Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Harga Emas Naik. Foto ilustrasi

Harga Emas Naik. Foto ilustrasi" IST

Harga Emas Capai Tingkat Tertinggi dalam Sepekan

Gora Kunjana, Selasa, 21 Januari 2020 | 07:36 WIB

LONDON, investor.id - Harga emas mencapai tingkat tertinggi lebih dari satu pekan pada perdagangan terakhir Senin (Selasa pagi WIB), karena pembeli melakukan lindung nilai terhadap ketegangan yang terus-menerus di Timur Tengah dan proses pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump, saat pasar AS tutup untuk hari libur.

Harga spot emas naik 0,2% menjadi US$ 1.559,99 per ounce pada 15.14 GMT, setelah sebelumnya menyentuh tertinggi sejak 10 Januari di US$ 1.562,51 per ounce. Emas berjangka AS sedikit berubah pada US$ 1.560,20 per ounce.

"Investor berbondong-bondong menuju emas terlepas dari lonjakan pasar ekuitas, sebagian besar karena ketidakpastian jangka panjang seperti ketidakamanan politik, kemungkinan volatilitas pasar ekuitas ..., ekspektasi laba yang lemah, dan suku bunga yang sangat rendah," kata analis Commerzbank Eugen Weinberg.

Investor menuangkan uang ke dalam dana-dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas (ETF) dan bank sentral membeli logam pada rekor harga, Weinberg menambahkan.

Kepemilikan ETF yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, naik menjadi 898,82 ton pada Jumat (17/2/2020), tertinggi sejak 11 November.

Investor terus mengawasi perkembangan di Timur Tengah setelah blokade militer menyebabkan penutupan fasilitas minyak di Libya, mengirim harga minyak ke level tertinggi lebih dari satu minggu pada Senin (20/1/20).

Itu terjadi setelah serangan oleh Houthi yang didukung Iran terhadap sebuah kamp pelatihan militer di Yaman pada Sabtu (18/1/2020).

Di Washington, Presiden Donald Trump akan menawarkan pertahanan komprehensif pertamanya pada Senin (20/1/2020) sebelum persidangan pemakzulan di Senat.

Logam mulia sebagian besar mengabaikan momentum positif dalam dolar dan saham dunia setelah sejumlah data ekonomi yang kuat.

Volume perdagangan logam mulia rendah karena pasar AS ditutup untuk liburan memperingati Hari Martin Luther King Jr.

Fokus sekarang cenderung beralih ke Federal Reserve AS yang akan menggelar pertemuan kebijakan pertama tahun ini pada akhir bulan.

The Fed memotong suku bunganya tiga kali tahun lalu sebelum memutuskan untuk bertahan.

Di sisi teknis, emas berkonsolidasi di atas dukungan US$ 1.550, kepala analis ActivTrades Carlo Alberto De Casa, mengatakan dalam sebuah catatan.

Penembusan di atas US$ 1.562 per ounce dapat mengatur emas untuk kenaikan lebih lanjut, dengan target pertama di sekitar US$ 1.577, diikuti oleh resistensi di dekat 1.593 dolar AS dan kemudian tertinggi tujuh tahun di sekitar US$ 1.611, catatan itu menambahkan.

Perak naik 0,3% menjadi US$ 18,06 per ounce, sedangkan platinum naik sekitar 0,5% menjadi US$ 1,012,55 per ounce.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA