Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Harga Emas Kembali Jatuh

Kamis, 19 November 2020 | 07:01 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas kemballi jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) mencatat penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Emas tertekan optimisme tentang uji coba vaksin Pfizer yang berhasil melawan kekhawatiran atas meningkatnya infeksi virus corona (Covid-19) yang meredam ketidakpastian.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange jatuh US$ 11,2 atau 0,59% menjadi US$ 1.873,90 per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka terpangkas US$ 2,7 atau 0,14%.

"Perkembangan vaksin yang positif mengurangi daya tarik emas sebagai tempat berlindung yang aman," kata Analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.

Produsen obat AS Pfizer Inc mengatakan akan mengajukan izin darurat AS setelah hasil akhir dari uji coba vaksinnya menunjukkan tingkat keberhasilan 95% dengan data keamanan dua bulan.

"(Vaksin) tampaknya berkembang dengan cepat dan ada beberapa lainnya juga sedang dalam proses ... yang akan membantu pemulihan ekonomi global dan menjadi bearish untuk emas," kata Meir. Di sisi lain, harapan stimulus akan menawarkan beberapa dukungan untuk emas.

Emas yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah naik 24% tahun ini, diuntungkan dari stimulus global besar-besaran dan suku bunga mendekati nol.

"Perlu diingat bahwa pendorong arus investasi ke logam mulia pada akhirnya bersumber dari dorongan kuat yang menurunkan suku bunga riil," kata TD Securities dalam sebuah catatan.

Menurut dia, langkah lanjutan Federal Reserve AS untuk memicu ekspektasi inflasi yang lebih tinggi akan menekan suku bunga riil lebih dalam ke wilayah negatif. Hal ini akan terus mendorong minat investasi terhadap logam mulia, saat modal berusaha melindungi dirinya dari suku bunga riil yang semakin negatif.

Analis pasar berpendapat bahwa vaksin Covid-19 tidak mungkin menjangkau banyak orang dalam waktu singkat di Amerika Serikat. Mungkin ada lebih banyak kesulitan ekonomi di depan, untuk bisnis yang sudah terpukul oleh gelombang pertama penguncian Covid-19 pada khususnya.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 20,3 sen atau 0,82% menjadi ditutup pada US 24,448 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 13,8 atau 1,47% dan ditutup pada level US$ 950,9 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN