Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta, Foto:  SP/Ruht Semiono

Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta, Foto: SP/Ruht Semiono

Harga Emas Kembali Merosot

Listyorini, Rabu, 6 Mei 2020 | 09:01 WIB

CHICAGO, Investor.id - Harga emas kembali merosot seiring naiknya aset-aset berisiko seperti saham dan komoditas minyak. Pembukaan ekonomi di sejumlah negara menimbulkan optimisme ekonomi dunia akan bergerak kembali sehingga mengurangi investasi dalam aset aman (safe havens), salah satunya emas.

Di pasar spot, emas turun 0,3% menjadi US$ 1,696.34 per ounce pada 1220 GMT. Sedangkan emas berjangka AS turun 0,5% menjadi US$ 1,704.40 per ounce.

Pada akhir April, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, jatuh US$ 8,8 atau 0,51% menjadi ditutup pada US$ 1.713,4 per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka turun US$ 1,6 atau 0,09% menjadi US$ 1.722,2 per ounce, setelah sehari sebelumnya jatuh US$ 11,8 atau 0,68% menjadi US$1.723,8 per ounce.

"Pembukaan kembali ekonomi secara bertahap membuat investasi emas berkurang. Emas tampaknya masuk tahap konsolidasi, "kata analis OANDA Craig Erlam.

Beberapa negara yang terpukul keras oleh pandemi virus corona (Covid-19), termasuk Italia, juga beberapa negara bagian AS termasuk California, untuk sementara melonggarkan pembatasan sosial pekan ini.

Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa permintaan minyak akan kembali naik. Benchmark internasional, minyak mentah Brent naik US$ 3,77 atau 13,9%, menjadi US$ 30,97 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 4,17 atau 20,5%, ditutup pada $ 24,56 per barel.

Rally memperpanjang kenaikan minyak mentah Brent menjadi enam hari berturut-turut. Sedangkan patokan minyak mentah AS (West Texas Intermediate/WTI) mengalami rally untuk lima sesi berturut-turut.

Sementara itu, pasar saham juga menyambut rencana pembukaan ekonomi di sejumlah negara. Dow Jones Industrial Average .JJI naik 133,33 poin, atau 0,56%, menjadi 23.883,09. Sementara itu, S&P 500 .SPX naik 25,7 poin, atau 0,90%, menjadi 2.868,44, dan Nasdaq Composite .IXIC menambahkan 98,41 poin, atau 1,13% menjadi 8.809,12.

Pelaku pasar emas mencermati peningkatan ketegangan hubungan antara Tiongkok dan AS yang bisa menjadi katalis positif bagi komoditas emas. Presiden Donald Trump mengancam tarif baru kepada Tiongkok untuk penanganan wabah virus.

Emas cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus yang dilakukan Federal Reserve. "Emas tetap sebagai tempat berlindung yang aman karena mata uang sedang didevaluasi oleh program stimulus besar-besaran, "kata Phillip Futures dalam catatan.

Perdagangan logam mulia lain seperti platinum turun 0,9% menjadi $ 1,830.91 per ounce, dan perak turun 0,3% menjadi $ 14,79.

Sumber : REUTERS

BAGIKAN