Menu
Sign in
@ Contact
Search
Emas batangan pada uang kertas US$ 100. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)

Emas batangan pada uang kertas US$ 100. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)

Harga Emas Melemah 13,70 Dolar AS karena Tertekan Greenback

Selasa, 29 Nov 2022 | 10:54 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

CHICAGO, investor.id – Harga emas merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan kenaikan tiga hari berturut-turut. Harga emas tertekan oleh greenback yang lebih kuat sementara pasar menunggu lebih banyak sinyal tentang kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) dari data ekonomi utama Amerika Serikat (AS) yang dirilis pekan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange tergelincir 13,70 atau 0,78% dan ditutup pada 1.740,30 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di 1.763,50 dolar AS dan terendah di 1.738,20 dolar AS.

Baca juga: Rupiah Masih Oke, Ojo Dibandingke...

Emas berjangka terangkat 8,40 dolar AS atau 0,48% menjadi 1.754,00 dolar AS pada Jumat (25/11), setelah terdongkrak 5,70 dolar AS atau 0,33% menjadi 1.745,60 dolar AS pada Rabu (23/11), dan naik tipis 0,30 dolar AS atau 0,02% menjadi 1.739,90 dolar AS pada Selasa (22/11).

Advertisement

Bursa Comex ditutup pada Kamis (24/11) untuk libur hari Thanksgiving di AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,68% menjadi 106,6810. Dolar AS menguat mengantisipasi pidato dari beberapa pembicara Fed, termasuk dari Gubernur Fed Jerome Powell pekan ini.

Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan dalam pidato pada Senin (28/11) di Economic Club of New York bahwa suku bunga perlu naik lebih lanjut dan tetap tinggi hingga tahun depan tetapi dapat diturunkan selama 2024.

Williams memperkirakan pengangguran akan naik menjadi 4,5% hingga 5,0% pada akhir tahun depan dari level 3,7% sekarang. Sementara inflasi diperkirakan melambat dari tingkat antara 5,0% hingga 5,5% pada akhir tahun ini, menjadi 3,0% hingga 3,5% tahun depan.

Baca juga: Bunga Acuan BI Naik, Kok Rupiah Malah Melemah?

Dalam sebuah wawancara dengan MarketWatch, Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan bahwa bank sentral perlu menaikkan suku bunga sedikit lebih jauh dan kemudian menahannya di sana sepanjang 2023 hingga 2024. Menurutnya ini perlu untuk mengendalikan inflasi dan menurunkannya kembali ke target bank sentral AS 2,0%.

Investor juga menunggu rilis serangkaian data ekonomi AS minggu ini termasuk pembacaan produk domestik bruto (PDB) kuartal III-2022 pada Rabu (30/11), indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada Kamis (1/12), dan data pekerjaan bulanan pada Jumat (2/12).

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 51,5 sen atau 2,4% menjadi ditutup pada 20,915 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 11,50 dolar AS atau 1,16% menjadi ditutup pada 999,30 dolar AS per ounce.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com