Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penjual Emas melayani calon pembeli di pasar Cikini, Jakarta Pusat. Foto ilustrasi: IST

Penjual Emas melayani calon pembeli di pasar Cikini, Jakarta Pusat. Foto ilustrasi: IST

Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi dalam 7 Tahun

Gora Kunjana, Sabtu, 22 Februari 2020 | 07:47 WIB

CHICAGO, investor.id - Emas melonjak lebih dari 1,50% pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), bertengger di level tertinggi dalam tujuh tahun, karena investor memburu logam kuning yang dinilai aman ketika kekhawatiran atas kejatuhan ekonomi global akibat virus korona menyebar dengan cepat.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik ke level tertinggi sejak Februari 2013, dengan kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April melonjak US$ 28,3 atau 1,75%, menjadi menetap di US$ 1.648,80 per ounce.

Di pasar spot, emas naik 1,70% menjadi diperdagangkan di US$ 1.646,89 per ounce pada pukul 13. 46 waktu setempat (18.46 GMT), setelah mencapai level tertinggi sejak 13 Februari 2013, di US$ 1.648,75 pada awal sesi.

Logam mulai emas telah naik sekitar empat persen sejauh minggu ini, di jalur untuk minggu terbaik sejak akhir Juni tahun lalu.

“Pasar sekali lagi cemas karena wabah Virus Korona mungkin menyebar di luar Tiongkok. Ada sejumlah besar permintaan safe-haven karena perlambatan ekonomi di Tiongkok, Jepang dan Jerman diperkirakan akan bertahan pada semester pertama tahun ini,” kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

“Harapan cukup tinggi bahwa bank-bank sentral akan memberikan stimulus secara keseluruhan. Itu akan terus menopang harga emas."

Korea Selatan melaporkan 52 kasus baru, menjadikan total nasional menjadi 156 kasus, sementara Jepang melaporkan kematian pertama dari sebuah kapal pesiar yang merupakan kumpulan infeksi terbesar di luar Tiongkok.

Tiongkok juga melaporkan kenaikan dalam kasus baru.

Peningkatan jumlah terinfeksi yang baru membebani saham di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.

Aktivitas bisnis AS di sektor manufaktur dan jasa terhenti di Februari karena perusahaan-perusahaan semakin khawatir tentang wabah, sebuah survei pembelian manajer menunjukkan pada Jumat (21/2/2020).

Data ekonomi yang buruk dari Amerika Serikat cenderung mendorong harapan untuk penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Di tempat lain, paladium turun 0,2% menjadi US$ 2.683,91, tetapi naik sekitar lebih dari 10% minggu ini. Logam ini mencapai rekor tertinggi US$ 2.841,54 pda Rabu (19/2/2020), dipicu oleh kekurangan pasokan yang berkepanjangan.

Namun, posisi net-long di paladium telah jatuh ke 6.062 kontrak dalam sepekan hingga 11 Februari, angka terendah sejak September 2018.

Dalam hal teknis, pasar overbought, menunjukkan bahwa "tren akan segera berakhir," sehingga spekulan mengurangi posisi net-long mereka di tengah kekhawatiran kemungkinan koreksi turun, kata Peter Fertig, seorang analis di Quantitative Commodity Research.

Perak naik naik 1,2% menjadi US$ 18,57 dan ditetapkan untuk mencatat minggu terkuat sejak akhir Agustus. Platinum turun 0,3% menjadi US$ 974,92.

Adapun di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Maret naik 21,1 sen atau 1,15%, menjadi ditutup pada US$ 18,53 per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun US$ 2,9 atau 0,3%, menjadi menetap di US$ 976,1 per ounce.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN