Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Hotel Fitra International Tbk Joni Rizal (tengah) berbincang bersama jajaran direksi dan komisaris (dari kiri ke kanan), Ida Haerani, Siti Rahayu, Tomi Tris, dan Sukino usai paparan publik terkait rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Jakarta, Selasa (14/5/2019).  Foto: investor Daily/DAVID

Direktur Utama PT Hotel Fitra International Tbk Joni Rizal (tengah) berbincang bersama jajaran direksi dan komisaris (dari kiri ke kanan), Ida Haerani, Siti Rahayu, Tomi Tris, dan Sukino usai paparan publik terkait rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Jakarta, Selasa (14/5/2019). Foto: investor Daily/DAVID

Harga IPO Hotel Fitra Rp 102 Per Saham

HUT, Rabu, 29 Mei 2019 | 08:51 WIB

JAKARTA – PT Hotel Fitra International Tbk menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) senilai Rp 102 per saham. Dengan demikia total dana yang diraup dari aksi korporasi ini ditargetkan mencapai Rp 22,4 miliar.

Perseroan sebelumnya telah menggelar due diligence dengan rencana melepas sebanyak 220 juta saham kepada investor publik. Perseroa juga menerbitkan sebanyak 132 juta waran yang diberikan secara cuma-cuma kepada setiap pemegang lima saham perseroan berhak mendapatkan tiga waran.

Sedangan harga tebus waran ditetapkan berada pada level Rp 138 per saham.

IPO saham perseroan juga sudah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Lotus Andalan Sekuritas. Sedangkan masa penawaran saham perseroan telah dirampungkan pada 28-29 Mei 2019.

Berdasarkan pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, Selasa (28/5), emiten ini akan mencatatkan saham dan waran di Bursa Efek Indonesia pada 11 Juni 2019.

Manajemen Hotel Fitra melalui prospektusnya, Selasa (28/5), menyebutkan bahwa sekitar 50% dana hasil IPO saham tersebut akan digunakan untuk menambah cadangan lahan oleh anak usahanya, PT Bumi Majalengka Permai yang merupakan pengelola Hotel Fitra.

Sekitar 30% dana IPO akan digunakan untuk pembangunan convention hall di Hotel Fitra, dan sisanya 20% untuk modal kerja.

Tahun ini, Hotel Fitra menargetkan pendapatan Rp 17 miliar atau bertumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 8,07 miliar. Meski meraup kenaikan pendapatan, perseroan diprediksi masih merugi hingga Rp 472 juta dan baru akan mengantongi laba di tahun 2020 sekitar Rp 3,2 miliar.

Sebelumnya BEI mencatat sebanyak 25 calon emiten yang tercatat di daftar pipeline IPO BEI per 17 Mei 2019. Mayoritas dari calon emiten ini menggunakan dasar valuasi laporan keuangan 31 Desember 2018.

Keduapuluh lima emiten tersebut antara lain, perusahaan di sektor penyiaran PT Net Visi Media, kemudian ada PT Arkha Jayanti Persada, PT Itama Ranoraya, PT Berkah Prima Perkasa, dan PT Envy Technologies Indonesia. Empat calon emiten ini bergerak di sektor perdagangan, jasa dan investasi. Lalu, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG yang bergerak di bidang asuransi.

Selanjutnya, PT Fuji Finance Indonesia yang bergerak di sector keuangan menjadi satu-satunya yang menggunakan dasar valuasi laporan keuangan Maret 2019. Kemudian, PT Satyamitra Kemas Lestari dan PT Inocyle Technology Group yang bergerak di sektor industri dasar dan kimia.

Di sektor properti ada PT Andalan Sakti Primarindo, PT DMS Propertindo, PT Hotel Fitria International, dan PT Bima Sakti Pertiwi. Sedangkan di sektor pertambangan, PT Ifishdeco dan PT Dana Brata Luhur juga berniat IPO.

Lebih lanjut PT MNC Vision Networks milih Grup MNC masuk dalam pipeline BEI, yang diikuti perusahaan di bidang jasa dan perdagangan PT Surya Fajar Capital, PT Eatparc Hotel, PT Bali Bintang Sejahtera dan PT Hensel Davest Indonesia. PT Communications Cable Systems Indonesia dan PT Krida Jaringan Nusantara bergerak di bidang infrastrktur.

Terakhir, PT Indonesia Tobacco menjadi satu-satunya perusahaan consumer goods yang masuk daftar, PT Darmi Bersaudara yang bergerak di bisnis industri dasar dan kimia, dan PT Golden Flower.

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN