Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Area penambangan batu bara PT Bukit Asam Tbk. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Area penambangan batu bara PT Bukit Asam Tbk. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Harga Jual Batu Bara Turun, Pendapatan Bukit Asam Terkoreksi 4,01%

Minggu, 3 Mei 2020 | 14:04 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan pendapatan sebanyak Rp 5,12 triliun hingga kuartal I-2020, turun sebanyak 4,01% dari periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 5,33 triliun. Sedangkan volume penjualan batu bara perseroan naik 2,1% dari 6,6 juta ton menjadi 6,8 juta ton.

Sekretaris perusahaan Bukit Asam Hadis Surya Palapa mengatakan, pendapatan bersumber dari penjualan batu bara domestik sebesar Rp 3,3 triliun, penjualan batu bara ekspor sebesar Rp 1,8 triliun, dan aktivitas lainya sejumlah Rp 87,2 miliar yang bersumber dari penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa.

“Penurunan pendapatan dipengaruhi atas pelemahan rata-rata harga jual batu bara sebesar 3,9% menjadi Rp 741.845 per ton, dibandingkan kuartal I-2019 mencapai Rp 772.058 per ton. Harga tersebut sesuai dengan penurunan harga batu bara Newcastle sebesar 29,5% dan harga batu bara thermal Indonesia sebesar 6,9%,” jelasnya dalam keterangan resmi, Minggu (3/5).

Hadis menjelaskan bahwa perseroan berhasil meraih peningkatan volume penjualan batu bara sebanyak 2,1% menjadi 6,8 juta ton hingga kuartal I-2020, dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai 6,6 juta ton, meskipun curah hujan yang sangat tinggi di awal tahun sempat menjadi kendala atas penambangan perseroan. Begitu juga angkutan batu bara dengan menggunakan kereta api mengalami peningkatan sebesar 12,1% menjadi 6,5 juta ton.

“Peningkatan tersebut berhasil diraih perseroan berkat strategi optimasi penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke premium dan mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara, seperti India, Hong Kong, Taiwan, Thailand, Vietnam dan sejumlah negara Asia lainnya, di tengah fluktuasi harga batu bara acuan (HBA),” kata dia.

Seiring dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan emiten berkode saham PTBA bertumbuh sebanyak 1,1% menjadi Rp 3,59 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 3,56 triliun. “Hal itu disebabkan oleh peningkatan volume angkutan batu bara dan kenaikan biaya jasa penambangan terkait dengan peningkatan kurs dan jarak angkut pada triwulan I-2020,” paparnya.

Penuranan pendapatan disertai dengan kenaikan beban membuat laba usaha Bukit Asam menyusut 23% menjadi Rp 1,08 triliun hingga kuartal I-2020, dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya sebanyak Rp 1,41 triliun. “Laba bersih perseroan juga akhirnya turun mencapai 21% menjadi Rp 903,2 miliar, dibandingkan periode sama tahu lalu Rp 1,1 triliun,” ungkap manajemen.

Terkait penyebaran wabah Covid-19, perseroan berencana merevisi target dan menyiapkan strategi yang tepat apabila diperlukan tindakan lebih lanjut. “Dampaknya saat ini mulai dirasakan perseroan, diindikasikan dari berkurangnya permintaan pasokan batu bara dari pasar ekspor maupun domestik,” pungkasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN