Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung sebuah pusat perbelanjaan melintas di depan ATM Centre bank BCA di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung sebuah pusat perbelanjaan melintas di depan ATM Centre bank BCA di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Harga Melonjak, Market Cap BBCA Sempat Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Masa Rp 1.017 Triliun

Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:23 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Kapitalisasi pasar saham (market cap) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masih Rp 1.017 triliun setelah saham ini menyentuh level tertinggi baru Rp 8.250 per saham pada perdagangan intraday Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.

Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Sesi I BEI, saham BBCA akhirnya ditutup hanya dengan penguatan Rp 175 (2,39%) menjadi Rp 7.500. Harga saham tersebut membuat kapitalisasi pasar saham BBCA menjadi Rp 924,56 triliun. Posisi BBCA sebagai emiten kapitalisasi terbesar di BEI tetap bertahan.

Bahkan, kenaikan harga saham BBCA tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham BBCA kian jauh meninggalnya pesaingnya di urutan kedua PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi pasar Rp 525,45 triliun.

BCA sebelumnya telah menggelar aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5, yaitu satu saham lama dipecah menjadi lima saham baru. Nilai nominal per saham BBCA sebelum stock split adalah Rp 62,5 dipecah menjadi Rp 12,5.

“Dengan harga baru yang mulai diperdagangkan hari ini, perseroan berharap harga saham BCA menjadi relatif terjangkau dan mendapat sambutan positif dari investor, terutama investor pemula yang saat ini aktif berinvestasi di pasar modal," Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja dalam keterangan tertulis, di Jakarta, hari ini.
Sebelumnya, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebelumnya merevisi turun target peningkatan laba bersih BCA tahun ini menjadi Rp 29,92 triliun, dibandingkan proyeksi sebelumnya sekitar Rp 33,28 triliun. Mirae juga merevisi perkiraan pertumbuhan kredit BCA dari 7,7% menjadi 5% tahun ini.

Proyeksi tersebut didasarkan pada kondisi pandemi yang masih berlangsung pada kuartal III-2021, terutama terkait pemberlakuan PPKM yang membatasi aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan kondisi ini, penyaluran kredit menjadi sangat ketat, sedangkan likuiditas dalam kondisi yang sangat memadai.

Hingga semester I-2021, BCA meraup laba bersih Rp 14,5 triliun atau bertumbuh 18%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ini disebabkan basis perbandingan laba bersih yang lebih rendah pada kuartal II-2020, yang dipengaruhi oleh tingginya tingkat biaya kredit (cost of credit) saat awal pandemi Covid-19 pada kuartal II tahun lalu.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN