Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi minyak mentah (sumber: AFP)

Ilustrasi minyak mentah (sumber: AFP)

Harga Minyak Naik Tipis, Catat Penurunan dalam Seminggu

Gora Kunjana, Sabtu, 14 September 2019 | 08:33 WIB

NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), namun membukukan kerugian mingguan karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat melebihi kemajuan dalam sengketa perdagangan AS-Tiongkok.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November seperti dilansir Antara, turun US$0,16 menjadi ditutup pada US$60,22 per barel.

Sementara itu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun US$0,24 menjadi menetap di US$54,85 per barel.

Brent turun 2,1% untuk minggu ini, penurunan pertama dalam lima minggu, WTI kehilangan sekitar 3% dalam seminggu, penurunan pertama dalam 3 minggu.

Dua Negara ekonomi terbesar di dunia telah melakukan gerakan perdamaian saat mereka bersiap untuk pembicaraan baru, Tiongkok akan membebaskan beberapa produk pertanian AS dari tariff tambahan, kata kantor berita resm Tiongkok, Xinhua.

Namun, harga minyak tetap di bawah tekanan oleh kekhawatiran tentang prospek permintaan yang lebih lemah.  

OPEC dan badan Energi Internasional (IEA) minggu ini mengatakan pasar minyak bisa berakhir dalam surplus tahun depan, meskipun ada pakta oleh OPEC dan sekutunya untuk membahas pasokan yang sebagian besar diimbangi dengan pertumbuhan produksi AS. 

Perusahaan energy AS minggu ini mengurangi jumlah rig minyak yang beroperasi selama empat minggu berturut-turut, memotong lima rig minggu ini dan menjadikan totalnya turun menjadi 733 rig, terendah sejak November 2017, perusahaan jasa energy General Electric Co Baker Hughes mengatakan.

Harga Brent telah meningkat sekitar 12% sejauh tahun ini, dibantu oleh  kesepakatan antara OPEC dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari.

Komite pemantau OPEC+ minggu ini memastikan janji dari anggota OPEC Nigeria dan Irak untuk memberikan bagian mereka dari pemotongan, sesuatu yang telah gagal mereka lakukan sejauh ini, tetapi sejauh ini kelompok tersebut belum memutuskan untuk memperdalam pembatasan. 

Beberapa delegasi OPEC mengatakn gagasan pemotongan yang lebih besar untuk tahun depan mendapatkan dukungan, meskipun menteri energy baru Arab Saudi mengatakan pembicaraan tentang masalah itu akan dibiarkan sampai pertemuan OPEC+ berikutnya pada Desember.

Tetapi “jika kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok tercapai, mereka mungkin harus meningkatkan produksi, bukan memotong,” kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group di Chocago dalam sebuah catatannya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN