Menu
Sign in
@ Contact
Search
Stasiun penerima pipa minyak Druzhba antara Hongaria dan Rusia dengan pelat peringatan pembangunannya di Kilang Duna (Danube) Perusahaan MOL Hongaria yang terletak di dekat Szazhalombatta, sekitar 30 km sebelah selatan Budapest. (FOTO: ATTILA KISBENEDEK / AFP)

Stasiun penerima pipa minyak Druzhba antara Hongaria dan Rusia dengan pelat peringatan pembangunannya di Kilang Duna (Danube) Perusahaan MOL Hongaria yang terletak di dekat Szazhalombatta, sekitar 30 km sebelah selatan Budapest. (FOTO: ATTILA KISBENEDEK / AFP)

Harga Minyak Turun 2% Tertekan Kekhawatiran Pelemahan Permintaan Tiongkok

Sabtu, 26 Nov 2022 | 07:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id - Harga minyak turun 2% di tengah likuiditas pasar yang tipis pada Jumat (25/11/2022). Tertekan kekhawatiran pelemahan permintaan Tiongkok dan alotnya pembahasan batas harga Barat pada minyak Rusia.

Minyak mentah Brent berjangka turun US$ 1,71 (2%) diperdagangkan pada $83,63 per barel.  Sedangkan Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 1,66 (2,1%) menjadi US$ 76,28 per barel. Tidak ada penyelesaian WTI pada Kamis (25/11/2022)karena liburan Thanksgiving AS dan volume perdagangan tetap rendah.

"Karena ada sedikit volume setelah liburan, kami sedikit melepaskan beberapa keuntungan di sini," kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures.

Baca juga: Minyak Menguat Dipicu Sentimen Atas Komentar Rusia

Advertisement

Kedua kontrak membukukan penurunan mingguan ketiga berturut-turut setelah mencapai posisi terendah 10 bulan minggu ini. Brent mengakhiri minggu ini turun 4,6%, sementara WTI turun 4,7%. Struktur pasar Brent dan WTI menyiratkan permintaan saat ini sedang melemah. Untuk spread dua bulan, Brent dan WTI bahkan turun ke contango minggu ini, menyiratkan kelebihan pasokan dengan kontrak pengiriman jangka pendek dengan harga di bawah pengiriman selanjutnya.

Tiongkok, importir minyak utama dunia, pada hari Jumat melaporkan rekor harian baru untuk infeksi Covid-19, karena kota-kota di seluruh negeri terus memberlakukan langkah-langkah mobilitas dan pembatasan lain untuk mengendalikan wabah.

Ini mulai memukul permintaan bahan bakar, dengan lalu lintas menurun dan permintaan minyak tersirat sekitar 1 juta barel per hari lebih rendah dari rata-rata, menurut catatan ANZ.

Baca juga: Harga Minyak Flat

Sementara itu, para diplomat G7 dan Uni Eropa telah membahas batas harga minyak Rusia antara US$ 65 - 70 per barel, tetapi kesepakatan masih belum tercapai. Pertemuan perwakilan pemerintah Uni Eropa, yang dijadwalkan pada Jumat malam (26/11/2022) untuk membahas proposal tersebut, dibatalkan, kata diplomat Uni Eropa.

Tujuannya adalah untuk membatasi pendapatan guna mendanai serangan militer Moskow di Ukraina tanpa mengganggu pasar minyak global. Tetapi tingkat yang diusulkan secara luas sejalan dengan apa yang sudah dibayar oleh pembeli Asia.

Baca juga: Minyak Merosot Lebih dari 3% Tertekan Pembicaraan Batas Harga Rusia

Polandia sedang mencari dukungan Jerman untuk menjatuhkan sanksi UE pada bagian Polandia-Jerman dari pipa minyak mentah Druzhba sehingga Warsawa dapat membatalkan kesepakatan untuk membeli minyak Rusia tahun depan tanpa membayar denda, kata dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Perdagangan diperkirakan akan tetap berhati-hati menjelang kesepakatan batas harga, yang akan mulai berlaku pada 5 Desember ketika larangan UE terhadap minyak mentah Rusia dimulai, dan menjelang pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu berikutnya. pada 4 Desember.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com