Menu
Sign in
@ Contact
Search
CEO Anteraja Suyanto Tjoeng (kiri) dan Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk Projo Sunarjanto (kanan). (Foto: Perseroan)

CEO Anteraja Suyanto Tjoeng (kiri) dan Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk Projo Sunarjanto (kanan). (Foto: Perseroan)

Harga Saham Adi Sarana (ASSA) Sentuh ARB, Begini Pandangan Analis

Rabu, 2 Nov 2022 | 10:24 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Harga saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) kembali bergerak terkoreksi sampai sentuh level auto reject bawah (ARB). Penurunan dalam mulai terjadi setelah rilis laporan kinerja keuangan, khususnya anak usaha Anteraja yang mengecewakan pasar.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan, harga saham ASSA turun Rp 70 (6,28%) menjadi Rp 1.045 atau berada di level ARB sepanjang sesi I hari ini.

“Anak usaha perseroan, yaitu PT Tri Adi Bersama (AnterAja), menunjukkan penurunan pendapatan, margin kotor bersih, dan EBIT. Hal ini dipengaruhi beban pengurangan driver full time menjadi driver paruh waktu,” tulis riset CGS CIMB Sekuritas yang diterbitkan baru-baru ini.

Baca juga: Adi Sarana (ASSA) Bikin Perusahaan Baru, buat Garap Apa?

Advertisement

Penurunan juga dipengaruhi atas rata-rata volume pengiriman barang yang ditangani perseroan turun pada kuartal III-2022. Hal ini memicu penurunan pendapatan sebanyak 23% pada kuartal III-2022, dibandingkan kuartal II-2022. Sedangkan biaya pengiriman barang tidak ada peningkatan sepanjang kuartal III-2022 dan baru mulai ada peningkatan sejak Oktober 2022.

Meski terjadi penurunan, SGS CIMB Sekuritas menyebutkan, bisnis kurir ini diprediksi perlahan-lahan mulai membaik, seiring dengan kenaikan rata-rata harga pengiriman sejak bulan lalu.

Sedangkan penopang utama peningkatan laba bersih, terang dia, datang dari bisnis lelang JBA. Meski demikian, bisnis ini cenderung menghadapi tantangan, yaitu rendahnya pasokan barang bersamaan dengan pengetatan pengucuran kredit pembelian kendaraan bermotor.

Sedangkan bisnis rental mobil, terang dia, menunjukkan tingkat pendapatan stabil dengan margin keuntungan kotor tetap tinggi mencapai 30% dan margin EBIT mencapai 20%.

Baca juga: Pertumbuhan Bisnis Pengiriman Barang Tetap Kuat, Adi Sarana (ASSA) Paling Diuntungkan

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Adi Sarana melesat dari Rp 80,21 miliar menjadi Rp 131,27 miliar. Peningkatan tersebut sejalan dengan lonjakan pendapatan perseroan dari Rp 3,45 triliun menjadi Rp 4,62 triliun.

Namun demikian, perseroan justru menunjukkan tren penurunan laba bersih dari Rp 73 miliar pada kuartal I-2022, Rp 42 miliar pada kuartal II-2022, dan kembali terkoreksi menjadi Rp 16 miliar pada kuartal III-2022. Sedangkan pendapatan turun dari Rp 1,63 triliun pada kuartal II-2022 menjadi Rp 1,45 triliun pada kuartal III-2022.

Baca juga: Adi Sarana (ASSA) Lakukan Terobosan di Aplikasi Anteraja, Apa Itu?

“Realisasi kinerja keuangan Adi Sarana tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi kami dan konsensus analis. Perolehan tersebut baru mencerminkan 55% dari target kami dan hanya 50% dari perkiran konsensus analis,” terangnya. Penurunan kinerja keuangan tersebut dipengaruhi atas anak usahanya Anteraja.

Meski demikian, CGS CIMB Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi add saham ASSA dengan target harga Rp 1.900. Target harga tersebut juga telah mempertimbangkan PE perseroan tergolong paling rendah, diantara berbagai perusahaan jasa pengiriman barang besar di Asia.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com