Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pergerakan harga saham yang ditampilkan di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pergerakan harga saham yang ditampilkan di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Harga Saham Farmasi Mulai Menggeliat, Apakah bisa berlanjut?

Rabu, 3 Februari 2021 | 12:12 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Saham-saham emiten farmasi kembali bangkit setelah beberapa minggu mengalami keterpurukan. Penguatan harga tersebut juga sejalan dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagantan intraday hari ini.

Penguatan harga saham sektor farmasi telah terlihat mulai sejak kemarin. Berdasarkan data, harga saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sesi I naik Rp 240 (7,43%) menjadi Rp 3.470. Harga saham KAEF sempat menyentuh level tertingginya pada Rp 7.575 pada perdagangan intraday 12 Januari 2020.

Begitu juga dengan saham PT Indofarma Tbk (INAF) telah menunjukkan kenaikan harga sejak kemarin. Hingga sesi I hari ini, saham INAF naik Rp 150 (4,98%) menjadi Rp 3.160. Sebagaimana diketahui harga saham INAF sempat menyentuh level tertinggi di level Rp 7.350 pada perdagangan intraday pada 12 Januari 2020. Begitu juga dengan saham PT Phapros Tbk (PEHA) melanjutkan penguatan setelah sempat menyentuh level tertinggi Rp 2.970 pada perdagangan intraday 12 Januari 2020. Saat ini, saham PEHA naik Rp 90 (6,95%) menjadi Rp 1.385.

Saham PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) juga mulai kembali pulih dalam beberapa hari terakhir. Hingga akir sesi I hari ini, saham PYFA naik Rp 5 (0,50%) menjadi Rp 1.015. Sebagaimana diketahui saham PYFA sempat menyentuh level tertingi Rp 1.640 pada 12 Januari 2020.

Penguatan serupa juga dicatatkan saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) ikut menunjukkan penguatan dalam dua hari terakhir. Hingga akhir sesi I hari ini, saham IRRA kembali naik Rp 110 (6,36%) menjadi Rp 1.840. Sebagaimana diketahui saham IRRA sempat menyentuh level tertinggi Rp 4.390 pada perdagangan intraday 13 Januari 2021.

Sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (3/2), ditutup menguat 79,89 poin (1,32%) menjadi 6.123,73. Indeks bergerak dalam rentang 6.047,96-6.129,96. Penguatan indeks didukung saham sektor aneka industri mencapai 3,35%, saham sektor keuangan 2,13%, sektor barang konsumsi mencapai 1,60%, sektor manufaktur mencapai, 136%, dan sektor lainnya. Sedangkan penurunan hanya melanda saham sektor pertambangan 0,17%.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN