Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Cabai rawit merah di pasar.  Foto ilustrasi Mikael Niman

Cabai rawit merah di pasar. Foto ilustrasi Mikael Niman

Hasilkan 186.000 Ton Cabai/Tahun, BISI Gelontorkan Rp 120 Miliar

Selasa, 6 April 2021 | 17:08 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - PT Bisi International Tbk (BISI) bekerjasama dengan PT Eden Pangan Indonesia (Eden Farm) untuk menghasilkan 186.000 ton produksi cabai keriting, cabai rawit dan cabai besar per tahunnya. Untuk itu, perseroan akan menggelontorkan investasi Rp 120 miliar terkait kebutuhan lahan seluas 12.000 hektar.

”Untuk 1 hektar cabai butuh benih dan pestisida Rp 10 juta. Kalau bicara 12.000 hektar maka butuh dana Rp 120 miliar. Namun, ini tidak terjadi dalam setahun, rencananya dalam waktu lima tahun, mudah-mudahan bisa tercapai dalam tiga tahun. Tahun ini 1.000-2.0000 hektar dulu. Untuk tambahan revenue-nya mudah-mudahan bisa Rp 24 miliar,” kata Presiden Direktur Bisi International Jemmy Eka Putra dalam acara penandatanganan MoU antara PT BISI International Tbk dan PT Eden Pangan Indonesia, Selasa (6/4).

Adapun kerjasama antara emiten produsen benih hortikultura dan tanaman pangan serta agrochemical, dan perusahaan berbasis teknologi atau agri food tech ini berlangsung selama lima tahun.

Terkait kerjasama ini, Jemmy menuturkan, Eden Farm akan menyediakan dan mengelola lahan seluas 12.000 hektar bersama mitra petani di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.  Lahan ini nantinya akan dikelola untuk penanaman cabai, baik cabai rawit, cabai keriting maupun cabai besar.

Sementara Bisi International akan memberikan dukungan berupa pengadaan benih cabai hibrida, antara lain 1 ton benih cabai rawit hibrida “Bhaskara”, 1,8 ton benih cabai keriting hibrida “Rimbun-3”, dan 1,8 ton benih cabai besar hibrida “Arimbi-85”. Adapun bantuan lainnya berupa pengadaan benih tanaman pangan dan tanaman hortikultura, pestisida, pupuk, maupun produk agrochemical pendukung lainnya.

Pendiri dan CEO Eden Farm David Setyadi Gunawan mengharapkan, melalui kerjasama ini dapat membantu menjaga kestabilan harga cabai di Indonesia. Saat ini, Eden Farm memiliki lebih dari 1.000 varian produk (SKU), terdiri dari produk sayuran, cabai, bawang, buah, daging , telur, bahan kering dan bahan makanan olahan lainnya.

Di sisi lain, Bisi International yang merupakan produsen benih hibrida yang didirikan oleh Charoen Pokphand Group pada tahun 1983, menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 60 miliar di tahun 2021 menggunakan kas internal. Di mana, perseroan berencana meningkatkan distribusi melalui jaringan canvaser ke kios-kios di kecamatan khususnya Jawa dan Bali dengan menambah canvaser sebanyak 105 unit mobil sehingga total 150 unit untuk meningkatkan distribusi di dua wilayah ini.

Kemudian, kerja sama dengan pengusaha yang memiliki ekosistem agribisnis, seperti start up di bidang pertanian. Selain itu, Bisi juga akan mengenalkan produk baru di daerah kompetitor untuk mengambil pangsa pasar dan tetap melakukan pengetatan biaya operasional. Alhasil, seiring pertumbuhan ekonomi tahun ini dan musim tanam yang diperkirakan normal tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan penjualan lebih dari 20% dibandingkan realisasi 2020. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN