Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi beberapa aset kripto.

Ilustrasi beberapa aset kripto.

Hati-hati! Meski Reli, Crypto Winter Masih Belum Usai

Selasa, 9 Agustus 2022 | 16:44 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, jika berdasarkan tren yang berlangsung, Bitcoin belum menciptakan perubahan yang berarti. Sejumlah pembelian baru yang ditahan dan akumulasi posisi, karena persepsi pedagang pada level US$ 20.000 sebagai level dukungan psikologis kuat mungkin masih berlaku.

Ekspektasi bahwa The Fed akan semakin agresif dalam pengetatan kebijakan moneter, selepas data pekan lalu yang positif dan diperkirakan mereka akan menaikan suku bunga hingga 75 basis poin dapat menjadi kendala bagi Bitcoin yang berusaha untuk bertahan di atas dukungan teknis.

Baca juga: Apa Itu White Paper di Kripto?

Crypto Winter bisa berlangsung lebih lama, jika ternyata dalam laporan inflasi AS pekan ini dengan angka yang keluar berada di atas ekspektasi,” katanya kepada Investor Daily, Selasa (9/8/2022).

Menurut Sutopo, data yang kuat akan mendukung penguatan ulang Dolar AS. Namun sebaliknya, jika data inflasi menurun sehingga The Fed tidak perlu repot-repot untuk menaikan besaran suku bunga yang tinggi dapat membuat dolar melemah. Dengan demikian aset beresiko seperti saham dan kripto kemungkinan bisa bergerak naik kembali. Perhatian utama akan tertuju pada laporan inflasi AS pekan ini.

“Secara teknis, Harga Bitcoin naik di atas resistensi US$ 23.500 terhadap Dolar AS. BTC dapat memulai kenaikan baru, jika tetap di atas level pivot US$ 23.500 untuk target harga US$ 25.000. Harga sekarang diperdagangkan di atas level US$ 23.500 dan di atas rata-rata pergerakan 100 jam,” sebutnya.

Baca juga: Pasar Kripto Reli, Investor Kompak Jaga Harga Meski Dibayangi Inflasi AS

Senada, Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar Christopher Tahir juga menilai bahwa Crypto Winter belumlah berakhir. Bahkan, menurutnya musim yang terjadi kali ini berbeda dengan yang dahulu, dan ini lebih parah dari sebelumnya.

Winter kali ini beda sama yang sebelumnya, yang sebelumnya lebih berbentuk take profit dari pelaku pasar. Saat ini lebih ke keluarnya pelaku pasar akibat pengamanan modal untuk antisipasi kondisi ekonomi karena kenaikan suku bunga atau beban bunga. Di samping itu, saat ini juga sudah banyak institusi yang masuk, kalau dulu hanya ritel,” pungkasnya.

Adapun, kenaikan yang terjadi saat ini menurutnya hanyalah sementara. Hal itupun serupa terjadi pada pekan lalu. “(Crypto Winter) Reda sih belum karena bubble yang sebenarnya di pasar keuangan belum meledak,” ucap Christopher.

Baca juga: Wow, Ini 8 Cara Mendapatkan Keuntungan dari Kripto

Sementara itu, dikutip dari CoinDesk, Analis Pasar Senior Oanda menilai, Ethereum lebih unggul dari Bitcoin dalam beberapa hari terakhir, menandakan bahwa selera risiko investor kripto sepertinya sudah mulai pulih.

Ethereum, altcoin terbesar sekaligus kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini diperdagangkan di kisaran harga US$ 1.700. Pada perdagangan kemarin, Ethereum diperdagangkan di kisaran US$ 1.600.

Saat ini, investor global termasuk investor kripto memfokuskan perhatiannya kepada rilis data inflasi Amerika Serikat (AS), di mana mereka berharap bahwa inflasi melandai.

Dengan harapan pasar tersebut, The Fed juga diharapkan tidak akan menaikkan kembali suku bunga acuannya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com