Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi BEI. Foto: SP/Ruth Semiono

Ilustrasi BEI. Foto: SP/Ruth Semiono

Hensel Davest Tawarkan Saham ke Publik, Ini Harganya

Farid Firdaus, Selasa, 18 Juni 2019 | 17:53 WIB

JAKARTA – PT Hensel Davest Indonesia menawarkan sebanyak 381,17 miliar saham atau setara 25% melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Pengelola e-commerce DavestPay.com ini mengincar dana IPO sekitar Rp 150,9-200,1 miliar.

Associate Director Head of Investment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mukti Wibowo Kamihadi mengatakan, sebagai penjamin emisi IPO Hensel Davest, pihaknya menawarkan harga saham perdana pada kisaran Rp 396-525 per saham. Perseroan diperkirakan bakal menjadi perusahaan teknologi finansial (fintech) pertama yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Hensel Davest merupakan perusahaan di bidang pengembangan aplikasi perdagangan e-commerce serta pendistribusian produk digital,” kata Mukti di Jakarta, Selasa (18/6).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Hensel Davest Hendra David mengatakan, sebanyak 65% dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja di bisnis pre-paid listrik dan biller pada aplikasi DavestPay yang menyasar segmen business to business (B2B).

Nantinya, peningkatan modal kerja di DavestPay tersebut bakal dimanfaatkan untuk menambah merchant berupa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan individu. Modal kerja juga turut ditujukkan untuk pembelian persediaan barang dagang, uang muka persediaan barang dagang dan pembiayaan usaha kepada pelanggan.

Sementara itu, sebanyak 10% dana IPO akan digunakan untuk meningkatkan teknologi komunikasi informasi serta pengembangan sumber daya manusia perseroan, sedangkan sisa 25% akan diserap untuk pembelian bangunan serta operasional perusahaan.

"Perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumsi di era digital tentu menjadi tantangan sekaligus potensi pasar yang menjanjikan untuk perusahaan berbasis e-commerce, terlebih lagi kita akan memasuki revolusi industri 4.0,” kata Hendra.

Seperti diketahui, perekonomian digital Indonesia berpotensi bertumbuh menjadi US$ 78,8 miliar pada 2025 dari sebelumnya US$ 7,8 miliar di 2015. Pertumbuhan terbesar adalah baka terjadi pada sektor e-commerce dan fintech.

Direktur Keuangan Hensel Davest Daniar Akhmad Akhiri menambahkan, perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp 4,1triliun dengan pencapaian laba bersih Rp 8,3 miliar per 12 Juni 2019.

Tercatat, Hensel Davest telah memiliki lebih dari 150 ribu jaringan agen yang tersebar di seluruh Indoesia dan memproses lebih dari 600 ribu transaksi dari ratusan produk per harinya.

Perseroan yang didirikan sejak 2013 ini berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagai perusahaan e-commerce, perseroan fokus menyasar pasar di wilayah Indonesia Timur.

DavestPay.com menyediakan layanan application programming interface (API) bagi para agen atau mitranya untuk sistem pembayaran tagihan PLN, PDAM, Telkom, BPJS, TV berlangganan, multifinance, tiket pesawat, hotel, kereta api, dan konser.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan dan penjamin emisi melangsungkan penawaran awal (bookbuilding) sejak 17 juni hingga 24 Juni 2019. Rencananya, pencatatan saham perdana di BEI ditargetkan pada 12 Juli 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA