Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Medikaloka Hermina Tbk. Foto: IST

PT Medikaloka Hermina Tbk. Foto: IST

Hermina Siapkan 'Capex' Hingga Rp 900 Miliar

Kamis, 4 Maret 2021 | 23:17 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 900 miliar untuk menambah empat rumah sakit baru, termasuk satu RS lewat akuisisi. Perseroan juga menargetkan laba dan pendapatan dapat bertumbuh double digit.

Direktur Medikaloka Hermina Aristo Setiawidjaja menjelaskan, perseroan akan menambah tiga rumah sakit greenfield dan satu hasil akuisisi. Adapun keempat rumah sakit ini berlokasi di Ciledug, Cibitung, Cilegon, dan Aceh. “Maka dari itu, kami siapkan belanja modal berkisar Rp 800-900 miliar yang bersumber dari  internal cash flow dan perbankan,” jelasnya kepada Investor Daily, Kamis (4/3).

Lebih lanjut, capex tersebut juga akan digunakan perseroan untuk membiayai alat pendukung operasional, seperti peralatan kesehatan dan tempat tidur. Perseroan menargetkan tahun 2021, jumlah tempat tidur yang dimiliki menjadi 5.300 dari sebelumnya 4.770 dari 40 rumah sakit eksisting.

Di sisi lain, Aristo melanjutkan, pada tahun ini perseroan akan mengembangkan pelayanan kesehatan untuk kasus yang lebih kompleks seperti jantung, kanker, dan gastrology. Hal ini menjadi salah satu strategi perseroan untuk mengejar target pertumbuhan double digit dari segi income dan EBITDA.

Sebelumnya hingga kuartal-III 2020, Medikaloka Hermina meraih peningkatan pendapatan sebesar 7,46% menjadi Rp 2,88 triliun hingga kuartal III-2020. Selain itu, laba neto periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 24,56% menjadi Rp 261,65 miliar dibandingkan periode sama 2019.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan bersih hingga kuartal III-2020 sebesar Rp 2,88 triliun atau naik 7,46% dibandingkan periode sama tahun 2019 yang sebesar Rp 2,68 triliun. Peningkatan ini diraih dari subtotal pendapatan rumah sakit Rp 1,84 triliun dan subtotal rawat jalan Rp 1,01 triliun. 

Beban pokok pendapatan meningkat 6,08% menjadi Rp 1,57 triliun dari Rp 1,48 triliun. Laba bruto yang diperoleh pada kuartal III-2020 tercatat sebesar Rp 1,30 triliun, atau naik 8,33% dibandingkan periode sama tahun 2019 senilai Rp 1,20 triliun. 

Sementara itu, laba usaha sebesar Rp 549 miliar atau naik 20,92% dibandingkan hingga kuartal III-2019 sebanyak Rp 454 miliar. Laba sebelum beban pajak penghasilan juga meningkat 21,10% menjadi Rp 482 miliar, dibandingkan hingga kuartal III-2019 sejumlah Rp 398 miliar.

Pertumbuhan kinerja keuangan juga terjadi pada laba neto periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, meningkat 24,56% menjadi Rp 261,65 miliar hingga kuartal III-2020 dibandingkan periode sama 2019 sejumlah Rp 210,05 miliar. 

Terakhir, total aset perseroan pada 30 September 2020, tercatat meningkat 15,27% menjadi Rp 5,81 triliun, dibandingkan posisi 31 Desember 2019 yang Rp 5,04 triliun. Total liabilitas meningkat 18,42% menjadi Rp 2,70 triliun dari semula Rp 2,28 triliun, dan total ekuitas naik 12,68% menjadi Rp 3,11 triliun dari sebelumnya Rp 2,76 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN