Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Hindari Saham Bervaluasi Sudah Tinggi

Oleh Devie Kania, Senin, 30 Oktober 2017 | 13:36 WIB

JAKARTA – Rilis laporan keuangan kuartal III-2017 kemungkinan masih dapat menjadi sentimen penggerak indeks saham di dalam negeri sepekan ke depan. Di sisi lain, investor sebaiknya menghindari menambah portofolio investasi di saham yang valuasinya sudah tinggi, setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak rekor baru di level 6.025.



Satu pekan ke depan, momentum rilis laporan keuangan masih dapat menjadi sentimen (positif). Namun, setelah IHSG sempat menjangkau level baru 6.025, kemungkinan, sedikit sentimen negatif saja dapat langsung memengaruhi indeks. Sejumlah emiten, saat ini, valuasinya juga sudah tinggi,” kata analis PT Recapital Sekuritas Indonesia Kiswoyo Adi Joe kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.



Untuk sepekan ke depan, Kiswoyo memprediksi, level support IHSG adalah 5.800. Sedangkan resistance-nya berada di level 6.100.



Di tengah tren net sell investor asing, lanjut dia, faktor utama penguatan indeks antara lain adalah dukungan investor institusi yang lebih kuat dari sebelumnya. Oleh karena itu, ia berharap investor institusi seperti perusahaan asuransi dan dana pensiun (dapen) dapat mempertahankan kepemilikan mereka di instrumen saham.


Selama investor institusi di dalam negeri tidak keluar, indeks masih berpeluang menguat, walau investor asing masih net sell secara ytd (year to date),” ucap Kiswoyo.



Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 20,57 poin (0,34%) ke level 5.975 pada penutupan perdagangan saham Jumat (27/10). Ini setelah pada Kamis (26/10) IHSG ditutup dengan mencetak rekor baru pada level 6.025. Saat itu, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 130,41 miliar.



Sementara itu, hingga pekan lalu, sejumlah emiten papan atas sudah mempublikasikan laporan keuangan kuartal III-2017. Ini, antara lain, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang hingga September lalu membukukan laba bersih yang naik 25,04%, menjadi Rp 15,07 triliun. Berikutnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatatkan laba bersih Rp 20,5 triliun (naik 8,2%), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan laba bersih Rp 6,41 triliun (naik 46,7%), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan laba bersih Rp 2,0 triliun (naik 23,68%).



Selain itu, sampai September lalu, PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih Rp 708 miliar, dibanding periode sama 2016 yang rugi bersih Rp 1,23 triliun. PT Bank Panin Tbk juga mencatatkan laba bersih Rp 2,19 triliun (naik 22,35%), demikian pula PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) dengan laba bersih Rp 1,7 triliun atau tumbuh sekitar 23%. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/rekomendasi-saham/167248

BAGIKAN