Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Hingga 16 Mei Sudah Ada 8 Emiten Baru

Rabu, 17 Mei 2017 | 14:52 WIB

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, sebelum melakukan pencatatan atau bahkan mengajukan izin IPO, ada banyak hal yang perlu diproses calon emiten. Namun, dia optimistis prospek ke depan karena sampai 16 Mei sudah terdapat delapan emiten baru yang mencatatkan saham di BEI.


Menurut dia, sepanjang tahun ini pihaknya menargetkan 35 emiten baru. Pada semester I tahun ini, emiten baru yang akan melantai di BEI berpotensi sekitar 7-9 perusahaan. Sehingga, sepanjang semester I-2017 total perusahaan yang melaksanakan pencatatan saham (listing) bisa mencapai 15-17 perusahaan.


Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang lebih baik, posisi inflasi yang cukup terkendali pada 2017 berbanding 2016. Jadi banyak perusahaan yang berniat IPO pada 2017,” tegas Samsul.


Sekitar 12 perusahaan masuk pipeline BEI yang akan listing tahun ini, antara lain PT Totalindo Eka Persada, PT Kirana Megatara, PT Hartadinata Abadi, PT First Indo American Leasing, PT Alfa Energi Investama, PT Ayana Realty, dan PT MAP Boga Adiperkasa.


Selain itu, PT Sriwijaya Air, PT Trafoindo Prima Perkasa, PT Samick Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, dan PT Tugu Pratama Indonesia. Itu belum termasuk sejumlah anak usaha BUMN lainnya.


Totalindo Eka Persada, Alfa Energi Investama, First Indo American Leasing masing-masing menargetkan pencatatan saham perdana di BEI pada Juni 2017. MAP Boga Adiperkasa sudah berdiskusi dengan BEI. Trafoindo Prima Perkasa sudah menyampaikan rencana IPO dan niat untuk menjadi perusahaan terbuka kepada BEI. Sementara itu, PT Samick Indonesia juga berminat menjadi emiten baru pada 2017.


Namun, kata Samsul, perusahaan yang menjalankan usaha sebagai eksportir piano dan gitar itu memutuskan penundaan potensi waktu pencatatan saham. “Kalau tidak salah, Samick Indonesia memutuskan mengubah jadwal. Dengan begitu, perusahaan tersebut belum dapat melantai pada Juni ini, karena laporan keuangan yang digunakan adalah per Juni 2017. Samick Indonesia berpeluang melantai di BEI pada semester II-2017,” ujar dia. (jm)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/kuartal-iii-ada-perusahaan-tekstil-akan-ipo/160259

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA