Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek Adhi Karya. Foto: Joanito

Salah satu proyek Adhi Karya. Foto: Joanito

Hingga November, Adhi Karya Catat Kontrak Baru Rp 9,1 Triliun

Gita Rossiana, Senin, 9 Desember 2019 | 15:57 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 9,1 triliun hingga November 2019. Kontrak baru ini paling banyak didominasi oleh kontrak pengaman pantai di Palu, Sulawesi Tenggara senilai Rp 248,2, miliar dan pembangunan rusun di Penjaringan, Jakarta Utara, senilai Rp 221,3 miliar.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho mengatakan, dari segi lini bisnis, kontrak baru tersebut paling banyak disumbang dari bisnis konstruksi dan energi sebesar 81,4%. Sedangkan sisanya dari sektor properti sebesar 18,2% dan bisnis lainnya.

Sementara dari tipe pekerjaan, kontrak baru tersebut berasal dari proyek gedung sebesar 72,2%, jalan dan jembatan sebesar 6,5% dan proyek infrastruktur lainnya sebesar 21,3%.

"Sedangkan dari sumber dana, kontrak baru paling banyak didanai dari pemerintah sebesar 22,8%, BUMN sebesar 65,7% dan swasta sebesar 11,5%," ujar dia dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin, (9/12).

Parwanto menambahkan, tahun ini perseroan menargetkan raihan kontrak baru senilai Rp 30 triliun. Kontrak tersebut akan disumbang dari lini bisnis kontruksi dan energi sebesar 81,3% serta properti sebesar 18,4%.

Sementara itu, Adhi Karya sebelumnya  menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi proyek Light Rapid Transit (LRT) tahap kedua lintas Cibubur – Bogor sepanjang 25 kilometer (km). Investasi untuk proyek tersebut diperkirakan sebesar Rp 12 triliun. 

Direktur Utama Budi Harto mengatakan, proses pengerjaan LRT tahap dua akan memakan waktu selama tiga tahun. Perseroan akan menggunakan pembiayaan dari pembayaran langsung dari KAI untuk membiayai proyek tersebut.

Namun, perseroan tidak menutup kemungkinan akan menggunakan skema pembayaran yang lain. “Bisa variasi, bisa lewat APBN, atau skema lainnya, nanti akan ditentukan oleh pemerintah,” ungkap Budi. 

Lebih lanjut Budi menjelaskan, progres LRT Jabodebek per 1 November 2019 mencapai 67,3%. Adapun rinciannya, untuk Cawang-Cibubur 86,2%, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 58,3% dan Cawang-Bekasi Timur 60,5%. 

Perseroan juga baru menerima realisasi pembayaran proyek LRT Jabodebek Tahap I senilai Rp 1,4 triliun dari PT Kereta Api Indonesia selaku pengelola proyek tersebut. Parwanto menuturkan, pembayaran tersebut dilakukan berdasarkan progres pekerjaan LRT Jabodebek Tahap I sejak Oktober 2018 hingga Maret 2019. 

Sementara itu, hingga semester I-2019, Adhi Karya telah membukukan pendapatan Rp 5,4 triliun, menurun 10% dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 6 triliun. Perseroan masih mencatatkan rugi yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 215 miliar sampai akhir Juni tahun ini, lebih besar dibandingkan per Juni tahun 2018 senilai Rp 212 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA