Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Adhi Karya. Foto: RUHT SEMIONO

Proyek Adhi Karya. Foto: RUHT SEMIONO

Hingga Oktober 2021, Adhi Karya Cetak Kenaikan Kontrak Baru Jadi Rp 12,6 Triliun  

Rabu, 17 November 2021 | 16:23 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencetak peningkatan kontrka baru sebanyak 68% menjadi Rp 12,6 triliun hingga akhir Oktober 2021, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 7,5 triliun. 

Sedangkan target kontrak baru tahun ini diperkirakan naik sebesar 20% menjadi Rp 24 triliun, dibandingkan realisasi kontrak baru perseroan tahun lalu mencapai Rp 19,7 triliun.

Direktur Sumber Daya Manusia Adhi Karya Agus Karianto mengatakan, kontrak baru tersebut terdiri atas proyek infrastruktur sebanyak Rp 5,5 triliun, proyek pembangunan gedung senilai Rp 3,3 triliun, properti Rp 1 triliun, manufaktur Rp 400 miliar, dan pembangunan smelter senilai Rp 1,8 triliun.

“Dengan capaian ini, kami optimistis pertumbuhan kontrak baru hingga akhir tahun 2021 mencapai 20% atau setara dengan Rp 24 triliun. Tahun sebelumnya, raihan kontrak baru perseroan mencapai Rp 19,7 triliun,” jelasnya dalam paparan publik yang digelar secara virtual, Rabu (17/11).

Untuk diketahui, total kontrak baru itu juga meningkat Rp 1,37 triliun, dibandingkan dengan capaian dari Adhi Karya pada akhir September 2021, yakni sebanyak Rp 11, 3 triliun. Dengan komponen nilai 81% dari bisnis konstruksi, 9% dari properti dan 1% dari bisnis lainnya.

Dari nilai tersebut, Adhi Karya melakukan pengerjaan gedung 41%, 32% pekerjaan jalan dan 27% pekerjaan lainnya. Pendapatan proyek-proyek tersebut didapatkan 42% dari Pemerintah, 20% dari BUMN dan BUMD, 38% dari Swasta dan lainnya. Angka di tahun ini naik 82,3% dari angka capaian kontrak di tahun sebelumnya, yakni Rp 6,2 triliun pada September 2020. Kenaikan juga terjadi pada laba bersih sebesar 10,6% menjadi Rp 17 miliar dari yang sebelumnya Rp 15,4 miliar.

Optimisme itu juga sejalan dengan jumlah proyek aktif yang dimiliki oleh perseroan yakni sebanyak 195 proyek. Begitu juga, dengan total order book senilai Rp 46 triliun, dengan Rp 33,47 triliun dari jumlah tersebut merupakan carry over dari tahun 2020 lalu.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN