Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendera nasional Amerika Serikat (AS) dan bendera nasional Tiongkok. ( Foto: Reuters )

Bendera nasional Amerika Serikat (AS) dan bendera nasional Tiongkok. ( Foto: Reuters )

FOKUS PASAR:

Hubungan AS-Tiongkok Kembali Panas

Selasa, 5 Januari 2021 | 08:50 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Amerika Serikat (AS) membentuk peraturan baru yang mengharuskan Tiongkok untuk mematuhi audit keuangan dan penghapusan perusahaan Tiongkok apabila mereka diketahui dimiliki oleh angkatan militer pemerintahan.

Berdasarkan riset harian Pilarmas Sekuritas, Selasa (5/1), Presiden AS Donald Trump disebutkan terus mendorong penghapusan perusahaan Tiongkok tersebut. Kebijakan baru ini secara tidak langsung meningkatkan ketegangan kedua negara.

Untuk diketahui, perusahaan produsen minyak asal Tiongkok Cnooc Ltd menjadi salah satu yang masuk ke dalam daftar perusahaan yang terindikasi dimiliki oleh angkatan militer Tiongkok. Kemudian, Petro China Co dan China Petroleum serta Chemical Corp atau yang lebih dikenal sebagai Sinopec juga terancam akan dihapuskan dari New York Stock Exchange (NYSE).

“Saat ini NYSE sudah memberikan konfirmasi akan menghentikan perdagangan saham China Telecom Corp dan China Unicom Hong Kong Ltd sebelum tanggal 11 January,” ujar dia.

Dalam perintah eksekutif tersebut, Trump mengatakan bahwa perusahaan tersebut masuk ke dalam perusahaan yang terafiliasi dengan pemerintahan atau Angkatan Militer Tiongkok.

Sementara itu, China Unicom dan China Mobile sedang mencari cara untuk melindungi mereka dari tuntutan tersebut dari segi hukum, China Telecom sendiri mengatakan bahwa mereka siap untuk melindungi kepentingan yang sah untuk perusahaan.

Saat ini saham China mobile turun sebanyak 4,5% ke level terendahnya dalam kurun waktu 14 tahun terakhir di Hong Kong.

Dari dalam negeri, rilis data PMI Manufaktur bulan Desember menunjukkan adanya ekspansi, peningkatan ini cukup dapat menjadi trigger positif bagi industry dalam negeri yang berangsur pulih sejak penutupan aktivitas pada bulan Maret hingga Juni 2020.

PMI Manufaktur Indonesia bulan Desember naik menjadi 51,3% dari sebelumnya 50,6%. Kenaikan ini seiringan dengan meningkatnya aktivitas pabrik selama dua bulan berturut-turut.

“Kami melihat adanya perbaikan pada permintaan, hal ini diikuti dengan tumbuhnya pesanan baru yang dipercepat, namun tingkat kapasitas dinilai masih rendah, sehingga terjadi penurunan ketenagakerjaan lebih lanjut, sementara gangguan rantai pasokan yang meluas menghambat upaya untuk mengamankan bahan baku,” ujar dia.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hosein, dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menekan tombol saat acara seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2021 di Jakarta, Senin (4/1/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hosein, dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menekan tombol saat acara seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2021 di Jakarta, Senin (4/1/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Optimisme pelaku pasar mengawali perdagangan IHSG pada awal tahun membuat perdagangan pada hari pertama di tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 2,10% dengan pembelian bersih sebesar Rp 354 miliar yang diikuti dengan penguatan rupiah terhadap dollar Amerika.

Kemudian, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dinilai menjadi game changer pemulihan ekonomi nasional. Optimisme pertumbuhan ekonomi nasional tersebut tidak lepas dari seluruh rangkaian strategi dan kebijakan yang dipersiapkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN