Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teknisi merawat BTS dengan latar belakang Gedung XL Axiata di Jakarta. (IST)

Teknisi merawat BTS dengan latar belakang Gedung XL Axiata di Jakarta. (IST)

Hutchison 3 Buka Peluang Konsolidasi dengan XL

Farid Firdaus, Kamis, 28 Mei 2020 | 21:52 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Hutchison 3 Indonesia membuka peluang konsolidasi dengan sejumlah perusahaan telekomunikasi, termasuk dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL). Aksi ini merupakan inisiatif untuk mencapai efisiensi di industri telekomunikasi Tanah Air.

Wakil Direktur Utama Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah mengatakan, pihaknya selalu melakukan diskusi konsolidasi dengan para emiten telekomunikasi dalam negeri. Jalan yang ditempuh untuk konsolidasi seperti skema akuisisi, merger, atau penukaran saham (share swap) turut menjadi bahan pembicaraan.

“Perusahaan selalu terbuka dengan semua operator. Sampai saat ini belum masuk ke ranah formal. Dari kami, kalau memang ada penawaran akuisisi atau share swap, kami ingin menjadi pihak yang mengakuisisi mayoritas atau setidaknya fifty-fifty,” jelas dia kepada Investor Daily, Kamis (28/5).

Danny menambahkan, pemegang saham ingin perseroan tetap mempertahankan entitas bisnisnya di Indonesia. Hal ini lantaran Indonesia masih dipandang sebagai pasar yang potensial secara jangka panjang. Seperti diketahui, perseroan merupakan bagian dari Hutchison Asia Telecom Group. Perusahaan tersebut memiliki induk usaha yang merupakan konglomerat terdaftar di Bursa Efek Hong Kong, yakni CK Hutchison Holdings Ltd. Adapun, CK Hutchison setidaknya mengendalikan 12 perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia.

Sejak tahun lalu, kata Danny, pihaknya memang mendengar langkah Axiata Group Bhd yang ingin memperkuat posisinya di pasar Asia dengan jalan akuisisi. Namun, sampai saat ini pihaknya mengakui belum ada pendekatan secara signifikan dengan Axiata Group.

Sebelumnya, berdasarkan laporan Reuters, CEO Axiata Group Tan Sri Jamaludin Ibrahim mengatakan, di luar para pemain besar di Indonesia, perseroan saat ini sedang berbicara dengan para operator telekomunikasi yang lebih kecil terkait kesepakatan konsolidasi.

Namun, pihaknya juga tidak menjelaskan secara rinci para operator tersebut. Dengan upaya uji tuntas yang sudah dilakukan sejak tahun lalu, Jamaludin berharap kesepakatan dengan operator tersebut bisa terwujud tahun ini. Jamaludin diperkirakan akan pensiun dari jabatannya pada akhir tahun ini.

Selain di Indonesia, Axiata juga mencari peluang kerja sama di Malaysia dan Sri Langka. “Pandemi Covid-19 menjadikan aksi konsolidasi sangat penting, bahkan lebih penting dari sebelumnya. Karena itu berdiskusi dengan semua pihak menjadi sangat penting,” ujar dia.

Prospek

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengungkapkan, Hutchison 3 merupakan kandidat yang bagus untuk aksi konsolidasi. Perseroan dinilai memiliki struktur biaya yang ketat dan mirip dengan XL Axiata. Dengan demikian, tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi, jika ada upaya penggabungan usaha atau merger. Hutchison 3 juga dinilai memiliki porsi utang yang minim.

“Kekurangan perusahaan adalah kepemilikan spektrum frekuensi yang kecil. Hutchison 3 lebih pragmatis karena induk usahanya telah melakukan kesepakatan konsolidasi di Australia, Italia, dan Austria sebelumnya,” jelas dia dalam risetnya.

Seperti diketahui, ketika XL mengakuisisi PT Axis Telekom Indonesia pada 2014, aksi ini praktis membuat kepemilikan spektrum XL bertambah. Langkah strategis tersebut akhirnya membantu XL menghasilkan trafik data terbesar kedua di Indonesia.

Di lain pihak, analis Samuel Sekuritas Indonesia Selvi Ocktaviani mengungkapkan, peningkatan trafik data diharapkan menjadi penopang pertumbuhan kinerja keuangan XL tahun ini. Lonjakan trafik data perseroan diperkirakan berlangsung pada kuartal II tahun ini. “Peningkatan kebutuhan data oleh pelanggan untuk mengakses informasi, berkumunikasi, dan akses hiburan digital diharapkan menjadi penopang penjualan,” tulis Selvi dalam risetnya.

Dia memproyeksikan kenaikan pendapatan XL dari Rp 25,13 triliun menjadi Rp 27,73 triliun tahun ini. EBITDA juga diproyeksikan menguat dari Rp 9,96 triliun menjadi Rp 11,39 triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan bertumbuh menjadi Rp 1,02 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun 2019 senilai Rp 713 miliar.

Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga Rp 3.500. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA XL tahun ini sekitar 4,2 kali. Target harga tersebut juga telah mempertimbangkan potensi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN