Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja melintasi layar pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

IFII Incar Kenaikan Pendapatan 24%

Selasa, 10 Desember 2019 | 13:10 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII)  memproyeksikan pendapatan mencapai Rp 800 miliar pada 2020. Jumlah tersebut meningkat 24% dibandingkan target pendapatan pada tahun ini sebesar Rp 650 miliar.

Direktur Utama perseroan Heffy Hartono menyebutkan, guna mengejar target tersebut, perseroan akan menambah kapasitas produksi plywood yang ada. Perseroan juga akan menempuh refinancing dengan kreditur Bank Nord LB agar dapat mendongkrak laba.

Langkah tersebut dilakukan dengan menggunakan dana hasil initial public offering (IPO) saham. Sebagian hasil IPO yang lain akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan sebesar Rp 40 miliar.

"Perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi dari semula 250 ribu kubik per tahun menjadi 275 ribu kubik per tahun dengan melakukan peremajaan mesin-mesin. Kami juga menambah produk baru yang sejenis dengan plywood yang kami produksi," ujar Heffy usai listing perdana perseroan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (10/12).

PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) menjadi emiten ke-52 yang tercatat di BEI pada tahun ini.  Pada perdagangan hari ini, saham IFII melonjak 69,52% menjadi Rp 178 sehingga terkena penolakan batas atas (auto reject).  Perseroan bergerak di bidang pengolahan kayu.

Heffy menyatakan, perseroan pada tahun depan fokus untuk meningkatkan ekspor ke sejumlah negara, terutama Jepang. Dia menyebut potensi pasar ekspor sangat besar. Sejauh ini, sekitar 76% produk IFII diekspor ke pasar internasional dan dan 24% untuk pasar domestik.

"Pangsa ekspor Indonesia ke Jepang untuk papan serat masih sangat kecil, sekitar 7%.Maka dari itu potensi yang kita miliki masih sangat besar. Saat ini pengekspor terbesar papan serat ke Jepang masih dipegang oleh New Zealand," ungkapnya.

Direktur Ang Andri Pribadi mengaku bisnis pengolahan kayu akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi global yang tahun depan diprediksi mencapai 3-4%. Meskipun demikian, perseroan tak menafikan bahwa isu perang dagang menjadi sentimen negatif bagi perdagangan luar negeri.

Dalam IPO ini, IFII melepas sebanyak 1,42 miliar saham atau setara 15% dari modal disetor dan ditempatkan, degan harga Rp 105 per unit. Dari aksi ini, perseroan meraih dana sebanyak Rp 148,27 miliar. 

Perseroan menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek serta PT Panin Sekuritas Tbk dan PT Corpus Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek.

PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk memiliki lahan seluas 50 ha di Sumatera Selatan. Perusahaan ini berdiri pada Juni 2007 dan hanya memproduksi Medium Density Fireboard (MDF) dengan kapasitas terpasang 250 ribu m3 per tahun.

Adapun komposisi saham perusahaan setelah IPO, PT Adrindo Intiperkasa menguasai 70,12%, Hefty Hartono sebesar 12,76%, Tropical Investment Pte. Ltd 2,12%, dan sisanya pemegang saham publik sebesar 15%.***

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN