Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kiswoyo Adi Joe. Foto: BSTV

Kiswoyo Adi Joe. Foto: BSTV

KISWOYO ADI JOE:

IHSG akan Mencoba Menembus Level Tertinggi Baru di 6.500

Gora Kunjana, Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:08 WIB

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) baru saja menyentuh level 6.300. Selama IHSG ada di atas garis tengah 6.250 artinya indeks akan mencoba menembus level tinggi barunya di 6.500.

Demikian dikemukakan Kepala Riset Narada Kapital Kiswoyo Adi Joe kepada BeritasatuTV, Selasa (20/8/2019), mengenai proyeksi IHSG ke depan.

“Level pskilogis IHSG itu ada di 6.000-6.500 garis tengahnya ada di 6.250. Jadi kalau kemarin sudah mencapai 6.300 indeks akan mencoba level psikologis baru,” katanya.

Tapi Kiswoyo mengingatkan bahwa hal itu sulit dilakukan karena Agustus bukan merupakan bulan yang baik bagi IHSG.

“Agustus dan November itu bulan yang jelek untuk IHSG. Kalau kita lihat Agustus itu hanya 8 kali hijau, 12 kali merah (20 hari perdagangan). Dalam 20 tahun terakhir Agustus selalu buruk bagi IHSG. Orang menebak indeks pasti merah, pasti merah untuk bulan ini,” katanya.

Selain itu ada juga ketidakpastian bahwa dua hari lagi Presiden Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell akan bertemu dengan para bankir di Amerika.

“Di situ orang akan membaca apakah dia akan memberikan sinyal menurunkan suku bunga lagi atau tidak,” katanya.

Menurut Kiswoyo, dalam kondisi saat ini dimana isu perang dagang AS-Tiongkok terus mempengaruhi, analisa teknikal tidak begitu digunakan.

“Saat ini teknikal lagi tidak bisa dipakai karena kalau Trump cuit apa kondisi berbalik semua. Jadi omongan Presiden Trump di twitter itu lebih mempengaruhi market dibanding teknikalnya atau fundamentalnya. Ini yang membuat pasar worries, takut untuk masa-masa sekrang ini,” katanya.

“Saya lihat belakangan ini orang cenderung trading. Begitu merah beli, hijau jual, karena Trump-nya bolak-balik bikin cuitan,” tandasnya.

IHSG baru bisa diketahui bulan Agustus ini merah atau hijau minggu depan setelah berakhir.

Sementara dari sisi domestik, Kiswoyo mengatakan jika melihat semua data ekonomi Indonesia adalah bagus. Cuma satu neraca perdagangan yang sedikit kendur.

“Ancaman kita justru di kurs dolar. Kurs dolar itu berkaitan dengan harga minyak, kalau harga minyak naik pasti rupiah akan melemah karena kebutuhan dolarnya akan tinggi,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA