Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/M Defrizal

IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/M Defrizal

PEKAN INI,

IHSG akan Rebound dengan Support 5.768-5.843 dan Resistance 5.929-6.013

Gita Rossiana, Senin, 17 Februari 2020 | 08:26 WIB

JAKARTA, investor.id -- Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih akan dibayangi oleh perkembangan epidemi virus korona atau Covid-19. Namun demikian, IHSG yang sudah terkoreksi cukup dalam pekan lalu berpeluang rebound sepanjang pekan ini.

Berdasarkan data BEI, pada akhir pekan lalu IHSG ditutup melemah tipis 5,01 poin atau 0,09% ke posisi 5.866,95. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 ditutup turun 0,25 poin atau 0,03% menjadi 953,95.

Secara year to date (ytd), IHSG telah melemah 6,87% dan investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 900,65 miliar. 

Kinerja saham sektoral
Kinerja saham sektoral

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai dengan berbagai sentiment yang ada, IHSG akan mengalami rebound pekan ini dengan support di level 5.768-5.843 dan resistance di level 5.929-6.013. Rebound ini terjadi karena indeks saham Indonesia terus terkoreksi sepanjang pekan lalu.

“Di tengah koreksi tersebut, investor sebaiknya melakukan pembelian saham karena harga saham saat ini sedang undervalued,” ucap dia.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee. Foto: Beritasatu TV
Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee. Foto: Beritasatu TV

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga melihat IHSG berpeluang menguat terbatas pada pekan ini. Dia memperkirakan IHSG akan menguat di level 5.840-5.920.

Dalam kondisi tersebut, Herditya menyarankan investor untuk melakukan trading jangka pendek karena ada peluang IHSG terkoreksi kembali.

Adapun saham-saham yang bisa diperhatikan adalah saham-saham di sektor pertambangan seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Selain itu, saham-saham di sektor konsumer seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) juga bisa dilirik.

Berbeda dengan dua analis sebelumnya, Analis PT Philip Sekuritas Anugerah Zamzami  menilai, IHSG masih akan tertekan dengan level support di 5.750-5.820 dan resistance di level 5.913-5.940.

Dia juga menyarankan investor untuk melakukan pembelian dalam kondisi saat ini karena IHSG dan harga saham sudah undervalued.

“IHSG in general sudah murah dan undervalued karena IHSG saat ini diperdagangkan pada 13,8 kali, yaitu -2 standar deviasi dari rata-rata 5 tahun,” kata dia.

Dia menyoroti beberapa saham yang patut dikoleksi karena ada kemungkinan untuk terjadi reversal.

Adapun saham tersebut adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan target harga Rp 6.650, PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga Rp 6.200, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan target harga Rp 11.800, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga Rp 11.000, dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan target harga Rp 7.700.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN