Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan melintas di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

IHSG Anjlok 2,28%, Saham WAPO dan PICO justru Auto Reject Atas

Senin, 4 Juli 2022 | 15:10 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG), Senin (4/7), ditutup anjlok 155,16 poin (2,28%) menjadi 6.639,17. IHSG bergerak dalam rentang 6.559,64-6.784,4 dengan nilai transaksi Rp 11,65 triliun.

Penurunan indeks dipengaruhi atas koreksi seluruh sektor saham, saham sektor teknologi melemah 4%, sektor keuangan 2,58%, sektor transportasi dan logistik 3,57%, sektor consumer non cyclicals 2,66%, dan sektor material dasar 1,83%.

Advertisement

Meski IHSG lanjutkan penurunan, kedua saham ini masih berhasil torehkan lonjakan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) naik Rp 33 (34,38%) menjadi Rp 129 dan PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) naik Rp 32 (34,04%) menjadi Rp 126. Penguatan juga melanda saham PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) menguat Rp 34 (20,61%) menjadi Rp 199, PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) naik Rp 30 (11,36%) menjadi Rp 294, dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) naik Rp 75 (10,34%) menjadi Rp 800.

Baca juga: Rupiah Siang Ini Kian Melemah, Sinyal ke Rp 15.000-an Makin Dekat

Sebaliknya saham penurunan terdalam melanda saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), PT Berkah Beton Sedaya Tbk (BEBS), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dan PT Bank Jago Tbk (ARTO).

Sebelumnya, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, penyebab IHSG turun dalam akibat kekhawatiran The Fed yang terus menaikan suku bunga secara agresif. Meskipun inflasi di negara Paman Sam menunjukan tanda-tanda melandai.

Namun, hal ini ditambah dengan adanya data-data perlambatan ekonomi yang keluar pada akhir pekan lalu. Perlambatan ekonomi tersebut mendorong harga sejumlah komoditas terkoreksi.

“Koreksi harga komoditas ini tidak terlalu bagus untuk indeks kita. Karena kita banyak disokong oleh komoditas. Alhasil, berbagai koreksi dari harga komoditas itu menyebabkan harga saham dalam negeri ikut terkoreksi,” ungkapnya kepada Investor Daily, Senin (4/7/2022).

Hal ini masih ditambah lagi dengan ketidakpastian perang Ukraina-Rusia. Perang ini masih belum menunjukan tanda-tanda berakhir yang malah akan menyebabkan inflasi akan tetap tinggi. Sehingga ini juga menjadikan tekanan pada pasar dan Ekonomi Indonesia. Ditambah lagi, sebenarnya penurunan IHSG ini seperti adjust pada penurunan global.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN