Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang karyawan melintas di depan papan monitor harga saham di Jakarta.Foto ilustrasi: Investor Daily/ Emral

Seorang karyawan melintas di depan papan monitor harga saham di Jakarta.Foto ilustrasi: Investor Daily/ Emral

IHSG Berpeluang Terus Melaju ke 5.100

Senin, 13 Juli 2020 | 07:31 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren penguatan menuju 5.100, kendati dibayangi oleh aksi ambil untung investor pada pekan ini. Hal tersebut seiring dengan pelaku pasar yang menanti laporan laba korporasi kuartal II-2020.

Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki mengatakan, IHSG diprediksi akan bergerak dalam kisaran 4.820-5.145 selama pekan ini. Pihaknya menilai, penguatan IHSG sebelumnya didorong sektor perbankan dan industri karena kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terkait penempatan dana di bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan bank swasta.

Selain laba korporasi, pelaku pasar juga menanti pengumuman neraca perdagangan periode Juni 2020 pada pekan ini. “Selain itu, percepatan penerapan gas industri di level US$ 6 per mmbtu diharapkan mampu membuat sektor manufaktur lebih bergairah,” jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (12/7).

IHSG tercatat mengalami kenaikan sebanyak 1,15% selama pekan lalu menjadi di level 5.031,25 dari posisi pekan sebelumnya 4.973,79. Pada perdagangan Jumat (10/7) IHSG terkoreksi 0,43% dengan investor asing membukukan beli bersih (net buy) Rp 95,58 miliar.

Sementara itu, saham-saham di Wall Street, Amerika Serikat (AS) diselimuti oleh sentimen positif utamanya penguatan saham sektor keuangan pada perdagangan Jumat waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,44% menjadi 26.075,30. Indeks S&P 500 meningkat 1,05% menjadi 3.185,04. Indeks komposit Nasdaq naik 0,66% menjadi 10.617,44.

Secara terpisah, Direktur PT Anugerah Investama Hans Kwee mengatakan, sentimen pasar pekan ini masih diwarnai kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 yang telah mendorong kembalinya potensi lockdown di beberapa negara. Sementara kasus baru Covid -9 di Indonesia pun menunjukan trend naik dan belum memberikan tanda-tanda puncak.

Menurut dia, jika terdapat perkembangan penelitian obat dan vaksin Covid-19, maka hal ini bisa memberikan sentimen positif pada pasar keuangan. Pekan ini, IHSG berpeluang konsolidasi menguat setelah kenaikan di awal pekan lalu dengan support 4.985-4.885 dan resistance 5.111-5.150.

Di luar negeri, pelaku pasar punya ekspektasi yang tinggi bahwa dana pemulihan virus Covid-19 sebesar 750 milia Euro akan disetujui oleh negara-negara anggota Zona Eropa pada Juli ini.

“Ketika Juli, pelaku pasar menanti data laba korporasi untuk kuartal II-2020. Laporan laba bila lebih baik dari harapan pelaku pasar akan mendorong pergerakan yang positif, tetapi bila terjadi sebaliknya akan cenderung mendorong pasar saham terkoreksi,” kata Hans.

Saham Pilihan

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, pelaku pasar akan mencermati hasil rapat Dewan Gubernur BI yang dijadwalkan 15-16 Juli 2020 terkait penetapan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRRR). Pihaknya memprediksi, BI tetap mempertahankan BI7DRRR pada level 4,25%.  Sedangkan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada kisaran 4.865,77-5.172,37 selam apekan ini.

Adapun, dari global, pelaku pasar akan mencermati rilis neraca perdagangan dan GDP Tiongkok, penetapan suku bunga bank sentral Jepang, serta tingkat inflasi dan GDP Inggris. Selanjutnya, AS turut merilis data tingkat pengangguran dan penjualan ritel bulanan.

Secara terpisah, Head of Research Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya mengatakan, periode Juli akan menjadi bulan yang fluktuatif bagi pergerakan IHSG. Hal ini lantaran ada laporan laba-rugi korporasi yang tertekan akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pihaknya menambah, saham-saham seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) ke dalam jajaran top picks.

“Kalbe akan meluncurkan produk penambah kekebalan imun paa kuartal IV-2020. Sejauh ini, Kalbe adalah satu-satunya perusahaan Indonesia yang sejauh ini telah bekerja sama dalam proyek vaksin Covid-19,” jelas dia.

Untuk ICBP dipilih lantaran rencana perseroan mengakuisisi Pinehill Company Ltd dinilai sebagai akuisisi yang mampu meningkatkan earning per share (EPS) perseroan atau accretive acquisition. Sementara XL dinilai akan mengalami pertumbuhan laba hingga 112,8% selama 2020, yang sebagian besar didorong oleh keuntungan penujualan menara dan efisiensi.

Selain tiga saham tersebut, Mirae turut memasukkan saham PT Indofood Tbk (INDF), PT Unilever Tbk (UNVR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sebagai saham pilihan selama Juli.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN