Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi

IHSG Berpotensi Naik 15% Tahun Ini

Kamis, 2 Januari 2020 | 07:42 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id) ,Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA– Setelah mencatat kenaikan 1,7% sepanjang 2019, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2020 diyakini bakal berkinerja lebih baik. Secara fundamental, IHSG dapat menembus level 7.265 atau meningkat sekitar 15,3%.

Sentimen positif yang akan mewarnai perjalanan IHSG sepanjang tahun ini adalah kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, peluang Bank Sentral AS (The Fed) memangkas suku bunga lagi, kinerja emiten di BEI yang lebih baik, implementasi omnibus law, serta penurunan suku bunga acuan.

Analis PT Philip Sekuritas Anugerah Zamzami mengungkapkan, IHSG pada kuartal I akan bergerak positif di level 6.450-6.500. Kenaikan indeks seiring dengan adanya sentimen positif dari dalam dan luar negeri.

Dari luar negeri, dia menyebutkan, sentimen positif yang bisa membantu pergerakan IHSG adalah negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok. Sedangkan dari dalam negeri, sentimennya adalah laporan keuangan tahunan 2019, rilis produk domestik bruto (PDB) 2019, dan pembentukan omnibus law.

"Kinerja positif IHSG akan berlanjut sampai akhir 2020 dengan proyeksi IHSG di angka 6.850, dengan asumsi pertumbuhan laba 8%," ujar dia kepada Investor Daily, Senin (30/12).

Di tengah sentimen tersebut, Zamzami merekomendasikan sejumlah saham, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan target harga Rp 5.000, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 36.000, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dengan target harga Rp 14.500, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dengan target harga Rp 17.200. Kemudian PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) dengan target harga Rp 1.700, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan target harga Rp 4.700, PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan target harga Rp 4.050, dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan target harga Rp 900.

Sedangkan analis PT Binaartha Sekuritas M Nafan Aji mengungkapkan, IHSG pada 2020 akan bergerak di level 7.265 secara fundamental dan 7.015 secara teknikal. Menurut Nafan, faktor yang memengaruhi IHSG tersebut adalah peran pemerintah dalam menjaga stabilitas fundamental makro ekonomi domestik.

Apalagi, Indonesia merupakan negara emerging markets dalam kategori investment grade. Komitmen pemerintah dalam mewujudkan omnibus law dan sejumlah sektor emiten yang berpotensi mencetak kinerja positif juga menjadi motor penggerak IHSG pada 2020. 

"Selain itu, IHSG ditopang pula oleh pemulihan kinerja ekonomi global yang dimotori oleh negara-negara emerging market, serta potensi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dan prioritas pembangunan infrastruktur maupun SDM dalam negeri," kata dia.

Nafan merekomendasikan sejumlah saham, seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dengan target harga Rp 2.000, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan target harga Rp 1.930, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga Rp 1.230, PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga Rp 7.600, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan target harga Rp 8.625. 

Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan target harga Rp 5.125, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan target harga Rp 8.650, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga Rp 5.550, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dengan target harga Rp 6.750, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan target harga Rp 2.560, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan target harga Rp 4.530, PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan target harga Rp 27.625 dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dengan target harga Rp 3.290.

Dihubungi terpisah, Managing Director, Head of Equity Capital Market Samuel International Harry Su mengatakan, pada awal 2020, IHSG kemungkinan menguat, dipengaruhi January effect. Setelah itu indeks akan melemah pada Februari akhir atau awal Maret. "Namun biasanya akan test resistance di level 6.000 dan 5.850," kata dia.

Adapun analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memprediksi IHSG pada 2020 cenderung positif namun terbatas. Beberapa sentimen yang akan mewarnai IHSG tahun ini adalah penandatanganan kesepakatan perang dagang antara AS dan Tiongkok pada kuartal I ini, deadline Brexit pada akhir Januari, serta January effect.

“Namun, investor juga perlu mewaspadai adanya rebalancing FTSE pada Maret 2020 yang sedikit banyak akan memengaruhi IHSG, juga rebalancing MSCI pada Mei 2020,” ujarnya kepada Investor Daily, Senin (30/12).

Dalam pandangan Herditya, katalis lain adalah peluang bank sentral AS (The Fed) yang masih akan memotong suku bunga lagi pada tahun ini sebesar 25 basis poin serta pemilihan presiden di AS pada November 2020.

Untuk saham pilihan tahun ini, Herditya merekomendasikan saham sektor perbankan, konsumsi, dan kawasan industri. “Emiten bidang kawasan dan lahan industri bertumbuh positif karena tingginya kebutuhan lahan untuk industri dan hunian,” ujar Herditya.

Selain itu, sektor perbankan dan konsumsi juga masih menjadi pilihan atraktif untuk berinvestasi. Untuk itu, MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan target harga sebesar 8.050-8.350, PT HM Sampoerna Tbk (HSMP) dengan target harga sejumlah 2.210-2.300, dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dengan target harga sebesar 1.500-1.550. 

Herditya juga minta investor tetap waspada terhadap perkembangan domestik dan global, dengan investasi yang tidak terlalu agresif.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN