Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan memperhatikan layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Karyawan memperhatikan layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Hans Kwee, Direktur PT Anugerah Mega Investama

IHSG Bisa Ditutup Di Level 6350

Sabtu, 28 Desember 2019 | 15:13 WIB
Fajar Widhiyanto

Awal pekan depan adalah hari terakhir perdagangan di tahun 2019, biasanya pasar diwarnai aksi Window Dressing. Window dressing bisa di lakukan oleh emiten atau perusahaan publik untuk menarik minat investor dengan cara mempercantik laporan atau kinerja keuangan perusahan.

Salah satunya lewat upaya memastikan agar harga saham di akhir tahun ditutup naik dibandingkan periode sebelumnya.

Selain dilakukan oleh emiten, Window Dressing juga dilakukan oleh fund manager pengelola reksadana. Untuk memberikan laporan terbaik kepada investor, fund manager sering mengganti portofolio pada akhir tahun.

Saham-saham berkinerja kurang baik dikeluarkan dari portofolio, diganti dengan saham-saham berkinerja baik. Aktifitas ini secara langsung membuat saham-saham tertentu yang berkinerja baik mengalami kenaikan. Dan beberapa saham lapis tiga yang dilepas mengalami tekanan harga.

Hal ini yang membuat pelaku pasar melihat di penghujung tahun sering terjadi kenaikan harga saham tertentu, terutama saham blue chip. Hal ini cukup sering terjadi di Indonesia, setiap bulan Desember IHSG selalu berkinerja positif. Investor dan pelaku pasar dapat memanfaatkan momentum ini untuk meraih keuntungan.

Kenaikan pasar bulan Desember ini juga tidak lepas dari semakin dekatnya penandatanganan fase awal antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Awalnya Tiongkok memperlihatkan sikap maju mundur dan kurang antusias mengenai perjanjian perdagangan dibanding AS.

Pernyataan Beijing bahwa kontak dengan AS semakin dekat, tak lama setelah Presiden Trump berkata tentang seremonial penandatanganan pakta perdagangan. Langkah Negeri Tirai Bambu yang akan memangkas tarif impor terhadap berbagai barang dari AS. Kementerian Keuangan Tiongkok mengatakan, mulai 1 Januari pihaknya akan menurunkan tarif impor pada lebih dari 850 produk, mulai dari daging babi beku hingga beberapa jenis semikonduktor. China juga meningkatkan impor barang Amerika di tengah ekonomi yang melambat.

Beberapa data AS menunjukan posisi tidak berubah mulai dari data Departemen Tenaga Kerja tentang klaim pengangguran mingguan AS yang turun 13.000 menjadi 222.000 lebih tinggi dari perkiraan 220.000. Departeman Perdagangan AS juga mengonfirmasi kenaikan PDB AS kuartal ketiga, diprediksi naik 2,1% (yoy), tidak berubah dari perkiraan November lalu. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed tidak akan menurunkan atau menaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Berita pemakzulan Presiden Trump juga tidak terlihat mempengaruhi pasar keuangan di akhir tahun. DPR yang dikuasai Partai Demokrat, memutuskan untuk memakzulkan Trump karena penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres dalam melakukan penyidikan. Trump menjadi Presiden AS ketiga yang didakwa dengan kejahatan tingkat tinggi, dan sekarang akan menghadapi persidangan di Senat. Peluang pemakzulan relatif kecil karena Senat dikuasai Republik. Hal ini membuat pasar tidak terlalu merespons proses pemakzulan ini.

Dari zona Eropa, hasil pemilu di Inggris diperkirakan memperlancar jalan keluar Inggris dari keanggotaan Uni Eropa. PM Inggris Boris Johnson telah mendapatkan persetujuan kesepakatan Brexit di parlemen, sehingga besar kemungkinan Brexit akan berjalan mulus.

Sikap PM Inggris Boris Johnson yang akan menggunakan 'jalan keras' pada tahun 2020 untuk menuntut Uni Eropa memberikan kesepakatan perdagangan bebas komprehensif dalam waktu kurang dari 11 bulan menimbulkan kekawatiran terjadinya “hard" Brexit. Kemampuan Inggris mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan Uni Eropa dalam rentang waktu relatif singkat tetap jadi perhatian para investor.

Optimisme pasar di Desember bertambah setelah rilis data perekonomian Tiongkok pada Jumat pekan ini. Data menunjukkan laba perusahaan industri China naik tercepat dalam 8 bulan terakhir. Data yang dirilis Jumat menunjukkan laba perusahaan industri China naik tercepat di periode November. Tetapi pelemahan demand domestik di China tetap jadi risiko bagi kinerja laba perusahaan tahun depan. Selain itu Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan langkah lebih lanjut untuk menurunkan biaya keuangan perusahaan, dan mengisyaratkan pemotongan pada rasio persyaratan cadangan bank.

Akhir tahun IHSG sangat mungkin ditutup di level 6350. Diawal Januari IHSG pada tanggal 2 Januari 2020 kami perkirakan masih akan mengalami kenaikan terbatas tetapi sesudah itu memang IHSG sangat rawan aksi ambil untung mengingat kenaikan yang cukup signifikan selama bulan Desember.

"Pelaku pasar kami rekomendasikan melakukan SOS ketika pasar mengalami kenaikan. Support IHSG ada di level 6300 sampai 6270 dan resistance di level 6348 sampai 6370."

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN