Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pegawai berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pegawai berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

IHSG Bisa Lanjutkan Koreksi, Pantau 8 Saham Ini

Selasa, 13 April 2021 | 07:56 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesi (BEI), Selasa (13/4), diproyeksikan lanjutkan pelemahan dalam kisaran pergerakan support resistance 5.900-6.042. Sedangkan sejumlah saham yang layak untuk dicermati adalah ACES, ADRO, BBTN, CPIN, DOID, MEDC, MIKA, dan MNCN

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal, IHSG bergerak melemah break out support MA5 dan menuju support bullish trend line. IHSG menunjukkan peluang menguji lower bollinger bands pada kisaran level 5.920 sebagai konfirmasi arah selanjutnya. Indikator Stochastic juga menunjukkan indeks dalam keadaan dead-cross pada area overbought dengan MACD yang bergerak cross over positif.

“Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dengan tertahan mencoba menguat dengan support resistance 5.900-6.042. Berikut beberapa saham yang layak untuk dicermati adalah ACES, ADRO, BBTN, CPIN, DOID, MEDC, MIKA, dan MNCN,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham global, seperti indeks Wall Street yang mengalami penurunan semalam, yaitu indeks Dow Jones melemah 0,16%, indeks Nasdaq terkoreksi 0,36%, dan indeks S&P500 turun tipis 0,02%. Sedangkan indeks future Wall Street menunjukkan penguatan tipis.

Kemarin, IHSG aanjlok hingga 121,64 poin (-2.00%) ke level 5.948,57 dipicu atas penurunan saham-saham sektor properti (-3,45%) dan aneka industri (-3,07%). Penurunan dipicu pelemahan mayoritas indeks ekuitas berjangka AS dan mayoritas indeks saham di Asia. Turunnya data indeks penjualan eceran YoY memberikan indikasi pemulihan ekonomi Indonesia yang masih jauh dari kata pulih.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN