Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi:  Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

IHSG Bisa Menguat, Cermati 10 Saham Ini

Jumat, 11 Juni 2021 | 08:20 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguat terbatas dala kisaran support resistance 6.057-6.121 pada perdagangan akhir pekan ini. Sejumlah saham ini, ACES, ADHI, ASRI, BSDE, CTRA, GGRM, HMSP, PGAS, PWON, dan WIKA, layak dicermati secara teknikal.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG semakin mantab menguat pasca tertahan pada support Moving Average 50 hari dan break out pada resistance moving average 5 hari sebagai konfirmasi jangka pendek penguatna lanjutan. Pola tersebut mengindikasikan IHSG berpotensi bergerakmenguji resistance 6121 pada pivot pertama dari fibonacci ratio.

“Indikator RSI dan Stochastic bergerak terkonsolidasi pada area overbought dan MACD yang bergerak positif dengan akselerasi histogram yang mendatar, sehingga IHSG berpotensi menguat terbatas dalam kisaran support resistance 6.057-6.121. Sejumlah saham ini ACES, ADHI, ASRI, BSDE, CTRA, GGRM, HMSP, PGAS, PWON, dan WIKA, layak untuk dicermati,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kemarin, IHSG berhasil menguat 60,06 poin hingga capai level 6.107,54 didukung kenaikan saham DCII (+13.3%), BBCA (+1.4%), BBRI (+1.9%), TLKM (+2.7%), dan AMRT (+10.3%). Penguatan didukung optimisme ditengah kuatnya pemulihan ekonomi nasional yang ditandai data keyakinan konsumen yang naik menjadi 104.4 dari 101.5 dan Penjualan ritel yang bergerak positif 15.6% dari negatif 14.6% serta Optimisme emiten dalam negeri dalam melakukan aksi korporasi menjadi faktor utama.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN