Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

IHSG Cenderung Konsolidasi, Pantau 7 Saham Ini

Rabu, 24 Februari 2021 | 07:33 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi terkonsolidasi dalam rentang pergerakan 6.237-6.314 sepanjang hari ini. Sedangkan sejumlah saham yang layak untuk dicermati adalah ASII, BRPT, INDF, JPFA, JSMR, SSMS, dan WSKT.

Analis Relaince Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal, IHSG bergerak terkonsolidasi di atas rata-rata 5 hari pada level 6.237 sebagai dukungan penguatannya secara psikologis. IHSG masih berupaya menguji resistance upper bollinger bands dan resistance fractal pada kisaran 6.310 sebagai konfirmasi penguatan lanjutan.

“Indikator stochastic dan MACD menunjukkan indeks terkonsolidasi, sehingga pergerakannnya diperkirakan berada dalam rentang support resistance 6237-6314. Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ASII, BRPT, INDF, JPFA, JSMR, SSMS, dan WSKT,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi penguatan tipis Dow Jones 0,05% dan S&P500 naik hingga 0,13%. Sedangkan indeks Nasdaq masih melemah 0,50%. Sedangkan pasar saham Eropa ditutup bervariasi dan sebagian besar pasar saham Asia ditutup menguat kemarin.

Kemarin, IHSG ditutup naik 17,49 poin (+0.28%) ke level 6.272,81 didukung kenaikan saham-saham sektor infrastruktur (+4,66%), aneka industri (+0,72%), dan pertanian (+0,63%). Saham TLKM melonjak hingga 9,46% setelah rencana melakukan pemisahan atau spin off beberapa anak usahannya di bidang infrastruktur melalu pasar modal. Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham hingga Rp 470,04 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN