Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas berjaga dengan latar belakang indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Petugas berjaga dengan latar belakang indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

IHSG Masih Fluktuatif, Cermati UNVR, AKRA, JSMR, SMRA, BBCA, dan BBTN

Jumat, 25 September 2020 | 08:05 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan kembali tertekan dalam kisaran 4.750-4.880. Sejumlah saham yang layak untuk dicermati adalah UNVR, AKRA, JSMR, SMRA, BBCA, dan BBTN.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal, IHSG bergerak melemah menguji kembali level terendah pada aksi sell off sejak awal bulan september 2020. Harga saham mendekati area level support 4.800-47.55 dengan indikator stochastic menunjukkan IHSG bearish mendekati area oversold dan indikator RSI menunjukkan tekanan.

“Secara teknikal diperkirakan IHSG bergerak kembali tertekan dengan kisaran pergerakan 4.750-4.880. Sedangkan beberapa saham yang layak untuk dicermati adalah UNVR, AKRA, JSMR, SMRA, BBCA, BBTN,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Pergerakan indeks juga bakal dipengaruhi penutupan bursa Wall Street semalam, yaitu indeks Dow Jones ditutup menguat 0,20%, indeks Nasdaq juga naik 0,37%, dan indeks S&P500 menguat sebesar 0,30%. Begitu juga dengan indeks future Wall Steet bergerak menguat pagi hari ini. Harga minya di pagi hari ini berada di level US$ 40 per barel dan harga emas masih bertengger di bawah US$ 1.800 per troy once.

Kemarian, IHSG kembali anjlok 75,20 poin (-1,53%) ke level 4.842,76 dengan penekan utama saham-saham sektor pertanian (-2,84%) dan pertambangan (-1,99%) sejak awal sesi perdagangan. Terkoreksinya harga CPO sekitar -1,71% ke kisaran 2800 ringgit per ton juga memicu penurunan tersebut.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN