Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seorang pengunjung memperhatikan pergerakan indeks di BEI, Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Seorang pengunjung memperhatikan pergerakan indeks di BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

IHSG Menguat Ditopang Sentimen Ini

Kamis, 3 Nov 2022 | 12:40 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – IHSG bertahan di level psikologis 7.000 pada perdagangan sesi I Kamis (3/11/2022). IHSG ditutup naik 17,73 poin (0,25%) ke level 7.033,42. IHSG bergerak menguat sementara bursa regional Asia cenderung tertekan. Penguatan IHSG ditopang oleh sentimen ini. Apa saja sentimennya?

Baca juga: Investor Raup Untung Besar dari Lima Saham Ini, Kamu Termasuk?     

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut. IHSG di jalur menguat rilis data keuangan emiten dan optimis output produksi sehingga menunjukkan tren menguatnya permintaan dalam negeri dan ekspor. Meskipun dalam catatan dimana indeks manufaktur tumbuh melambat namun demikian masih di zona ekspansi.

“Hal ini mendorong optimis pasar hal ini seiring dengan sikap pelaku usaha optimis aktivitas manufaktur masih konsisten tentunya ini akan menjaga momentum penguatan pemulihan ekonomi,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (3/11/2022).

Advertisement

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, bursa Asia melemah seiring pernyataan petinggi The Fed Jerome Powell yang mengatakan bahwa terlalu awal untuk membahas pengetatan suku bunga acuannya.

Baca juga: BI Proyeksi Inflasi Utama 2022 di Bawah 6,3%

Pasar berharap di bulan selanjutnya The Fed dapat mengurangi agresifnya dalam kebijakan moneternya, namun demikian Jerome Powell memberikan suatu signal dimana memperingatkan ketidakpastian yang luas tetap membayangi dan suku bunga bisa berakhir lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya dan terlalu dini untuk berbicara jeda kenaikan suku bunga.

“Pasar menilai ini mengisyaratkan bahwa suku bunga dapat mencapai puncak lebih tinggi, tetapi mengisyaratkan bahwa laju kenaikan yang lebih lambat dapat segera dilakukan,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Baca juga: Merdeka Copper (MDKA) Teken Transaksi Afiliasi Rp 325 Miliar

Hal ini disampaikan setelah The Fed bulan ini merilis bahwa suku bunga acuannya naik 75 basis poin menjadi dari sebelumnya 3% - 3.25%, menjadi 3.75% - 4%. Kenaikan tersebut sudah diprediksi sebelumnya atau sesuai dengan ekspektasi pasar.

“BBRI. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 4.570-4.730. PER: 14,07x dan PBV:2,34x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com