Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar elektronik yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Layar elektronik yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

IHSG Menuju 5.500, Pemodal Bisa Andalkan Reksa Dana

Rabu, 15 Juli 2020 | 10:04 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi kembali ke level 5.500 pada akhir 2020, seiring mulai pulihnya ekonomi dalam negeri. Karena itu, reksa dana akan menjadi instrumen investasi yang dapat dioptimalkan sejalan dengan ekspektasi kenaikan IHSG.

Presiden Direktur Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana mengatakan, investasi reksa dana masih menjanjikan karena didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang masih baik. Prospek reksa dana tersebut juga didukung oleh sejumlah saham menawarkan imbal hasil menarik yang ditunjukkan price to earning (PE) ratio rata-rata IHSG masih murah sebesar 12,4 kali per 10 Juli 2020.

“Kami menargetkan IHSG naik ke level 5.500 yang didukung oleh ekspektasi berlanjutnya perbaikan ekonomi. Faktor penopang utama kenaikan indeks masih berasal dari investor lokal,” jelas Jemmy dalam BizInsight online yang diadakan oleh Bank Commonwealth, Selasa (14/7).

Optimisme pulihnya pasar saham juga ditopang oleh kemampuan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, seperti ketersediaan infrastruktur penunjang yang memadai, sehingga tingkat kesembuhan pasien Covid-19 terus membaik.

Dengan kondisi saat ini, Jemmy optimistis reksa dana akan menjadi primadona investasi ke depan. Bahkan, kondisi pasar saat ini bisa dimanfaatkan investor untuk beralih ke reksa dana dengan profil risiko yang konservatif.

Dana Kelolaan

Jemmy mengatakan, optimisme membaiknya pasar saham yang berimbas terhadap industri reksa dana mendorong Sucor Asset Management untuk membidik dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) hingga Rp 15 triliun sampai akhir tahun ini. “Mudah-mudahan AUM sampai akhir bulan ini meningkat menjadi Rp 12 triliun. Total AUM paling banyak berada pada produk pasar uang dengan total sekitar Rp 7,2 triliun,” ujarnya.

Hingga Juni, lanjut Jemmy, reksa dana saham milik Sucor AM mengalami kenaikan return lebih dari 5% yang ditopang dari kenaikan harga Nilai Aktiva Bersih atau harga unit reksa dana.

Sementara itu, Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth Ivan Jaya mengatakan, investor masih memiliki appetite yang besar terhadap produk-produk reksa dana. Pembelian reksa dana diprediksi tumbuh pesat mulai kuartal III tahun ini, seiring mulai normalnya kembali minat investasi masyarakat.

Dia menambahkan, kemampuan manajer investasi dalam mengelola portofolio investasi akan menjadi faktor penting untuk bisa membuat instrumen reksa dana saham tetap menguntungkan. Bahkan, potensi keuntungan reksa dana saham dapat mengikuti kenaikan IHSG yang terus berangsur pulih.

Menurut Ivan, perlu adanya penyesuaian dengan profil masing-masing investor agar dapat mengurangi volatilitas yang terjadi. “Investor disarankan untuk menyesuaikan alokasi aset portofolionya. Investor dengan profil risiko balanced direkomendasikan untuk sementara mengurangi porsi saham dan mengalihkan ke obligasi untuk menurunkan tingkat volatilitas portofolio, dengan proporsi 25% reksa dana saham, 40% reksa dana pendapatan tetap atau obligasi, 35% reksa dana pasar uang,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN