Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

IHSG Pekan Ini Nantikan Hasil Pilpres AS

Senin, 7 November 2016 | 12:58 WIB
Oleh Farid Firdaus dan Rausyan Fikry

Adapun Kepala Riset Reliance Securities Robertus Yanuar Hardy mengungkapkan, pekan ini investor masih akan menantikan hasil pilpres AS pada Selasa (8/11) malam.


Saat ini Hillary Clinton masih dianggap sebagai calon yang sesuai dengan harapan pelaku pasar. Angka neraca perdagangan Tiongkok yang akan rilis pada hari yang sama juga dianggap dapat menentukan arah pergerakan IHSG ke depan. Selebihnya, pekan ini sepertinya akan relatif sepi dari data ekonomi global yang dapat berpengaruh terhadap pasar.


Dari dalam negeri, angka pertumbuhan ekonomi kuartal III – 2016 akan diumumkan pada awal pekan ini. Hasil survei Bloomberg terhadap beberapa analis menunjukkan angka 5,09%, atau turun dari 5,18% pada kuartal II-2016.


Bulan lalu, Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan meramalkan pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah dari periode sebelumnya. Realisasi investasi masih dianggap sebagai titik lemah penunjang pertumbuhan PDB tahun ini, namun pengeluaran rumah tangga diperkirakan dapat naik apabila melihat penjualan mobil yang menggeliat. Sedangkan pengeluaran pemerintah diperkirakan masih akan melemah.


Hal ini membuat IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung melanjutkan pelemahan pada pekan ini, dengan support terdekat berada pada 5.250 – 5.200. Namun apabila pilpres AS dapat membawa hasil yang sesuai dengan harapan investor, sentimen positif juga dapat membawa IHSG untuk menguji resistance pada 5.470 – 5.520.


Di tengah volatilitas pasar yang meningkat, Yanuar melihat ada beberapa emiten pada kategori second liner yang bergerak cukup menarik, antara lain SRIL, KRAS, WSBP dan WIKA.


Speculative buy untuk keempat emiten tersebut dengan target harga masing-masing pada Rp 280 – 285 untuk SRIL, stop loss apabila menembus support pada 252. Juga Rp 780 – 810 untuk KRAS, stop loss apabila menembus support Rp 635.


Sedangkan untuk WSBP sekitar Rp 645, stop loss apabila menembus support Rp 590. Adapun WIKA support pada Rp 2.670 – 2.740, stop loss apabila menembus support Rp 2.500. (hg)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN