Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indeks Harga Saham Ganungan di Bursa Efek Indonesia

Indeks Harga Saham Ganungan di Bursa Efek Indonesia

IHSG Sesi I Anjlok 4%, Ini Tanggapan Bursa

Muhammad Nabil Alfaruq, Jumat, 28 Februari 2020 | 12:08 WIB

JAKARTA,Investor.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Jumat (28/2) ditutup turun 223,73 poin (4,04%) ke level 5.311,96. Level tertinggi indeks pada level 5.436,17, sedangkan terendah 5.288,37.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono W. Widodo mengatakan, penurunan IHSG pada perdagangan siang hari ini masih disebabkan oleh wabah virus corona yang berdampak ke semua bursa dunia. 

“Benar terkoreksi IHSG hingga siang hari ini masih disebabkan oleh virus corona, kalau dilihat dari apa yang terjadi di semua bursa dunia,” ujar dia kepada Investor Daily, Jumat (28/2).

Rencananya pihak Bursa Efek Indonesia sore nanti akan mengumumkan mengenai perdagangan saham yang turun tajam samapai saat ini. Tercatat perdagangan kemarin, IHSG sudah turun hingga 2%. 

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengakui, sentimen terkuat yang menyebabkan penurunan IHSG lebih dari 2% kemarin adalah perkembangan wabah Virus Korona. “Indeks Nikkei kemarin turun signifikan, di atas 2%. Sedangkan Dow Jones juga mencatatkan rekor penurunan terbesar dalam dua hari berturut-turut,” ujar dia

Sementara itu, BEI akan terus mencermati perkembangan pasar. Menurut Hasan, pihaknya sudah melengkapi diri dengan protokol yang diperlukan, jika terjadi penurunan pasar hingga mencapai batas yang ditoleransi.

Protokol Krisis tersebut, yakni apabila IHSG mengalami penurunan sebesar 1% dalam satu sesi perdangangan, maka pihaknya akan melakukan evaluasi secara internal. Kemudian, jika IHSG turkoreksi 5% dalam satu sesi perdagangan, pihaknya akan bertemu dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kemudian, apabila kinerja IHSG turun sebanyak 7,5% dalam satu sesi perdagangan, pihaknya akan mengambil langkah berupa aktivasi manajemen protokol krisis (crisis management protocol/CMP). Lalu, apabila IHSG jatuh hingga 10% dalam satu hari perdagangan, maka pihak BEI akan melakukan penghentian sementara dalam rangka cooling down dan menyebarkan informasi kepada publik.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN