Menu
Sign in
@ Contact
Search
Karyawan melintas di depan layar elektronik yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di depan layar elektronik yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

IHSG Turun saat Bursa Asia Menguat, Mengapa?

Senin, 12 September 2022 | 12:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pada perdagangan sesi I Senin (12/9/2022), IHSG ditutup berada pada zona merah setelah turun sebesar 0,28% ke level 7.222. IHSG bergerak turun di saat bursa saham Asia menguat. Mengapa demikian?

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, bursa regional Asia menguat, seiring dengan menguatnya bursa Amerika Serikat dan Eropa yang pulih dari tekanan kebijakan moneter The Fed yang agresif. Tampaknya pelaku pasar dan investor mengabaikan kebijakan moneter The Fed yang agresif.

Baca juga: OJK: Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp 168,73 Triliun

“Hal ini seiring dengan sikap wakil ketua The Fed Lael Brainard bank sentral AS tidak memiliki rencana untuk memutar atau menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Dikarenakan pasar cenderung sudah memprediksi akan hal tersebut,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (12/9/2022).

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang tumbuh 3,5% secara tahun ke tahun (yoy) di kuartal kedua tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya 2,2%. Hal ini tentunya akan menjadi momentum pemulihan ekonomi Jepang akan berlanjut.

Baca juga: Ini Jajaran Saham Cetak Untung di Atas 10%, Dipimpin COAL

Dari dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, pelaku pasar dan investor mencermati bantuan sosial dampak dari kenaikan BBM. Bantuan tersebut akan di transfer mulai per hari. Bantuan sosial tersebut diharapkan akan mampu menopang daya beli masyarakat sehingga ini akan menopang dan menjaga proses recovery ekonomi yang sedang berjalan.

“Pasar berharap bantuan sosial tersebut tepat sasaran,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Baca juga: Saham Blue Chip Merosot, IHSG Ditutup Turun 20,61 Poin

Disisi lain, lanjut Pilarmas Investindo Sekuritas, kenaikan BBM tersebut tentunya akan memicu kenaikan inflasi sehingga ini akan ada ruang bank sentral akan kembali menaikan suku bunga acuannya dalam upaya mengendalikan inflasi dan juga nilai mata uang rupiah. Sementara aksi demonstrasi penolakan kenaikan BBM masih berlanjut, pasar berharap aksi tersebut berjalan damai dan tertib sehingga stabilitas keamanan terjaga.

“ANTM. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 1.950-2.080. sedangkan PER: 15,69x dan PBV: 2,16x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com