Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: mandirisekuritas.co.id.

Ilustrasi investasi. Foto: mandirisekuritas.co.id.

Imbal Hasil Surat Utang Diprediksi Naik

Senin, 28 Juni 2021 | 06:15 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Harga surat utang negara (SUN) diproyeksikan turun yang dipengaruhi aksi tunggu pemodal terhadap rilis sejumlah data ekonomi. Pergerakan harga juga dipengaruhi peningkatan kasus Covid-19, sehingga imbal hasil (yield) surat utang diperkirakan naik pekan ini.

Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, yield obligasi diperkirakan naik pekan ini, yaitu obligasi bertenor lima tahun diperkirakan dalam rentang 5,25%–5,35%, 10 tahun di 6,50%-6,60%, 15 tahun di 6,40%–6,50%, dan 20 tahun di 7,20–7,25%.

Pekan ini, sambung Nico, menjadi minggu yang menentukan bagi pasar obligasi. Pasalnya, menjelang awal bulan, beberapa data ekonomi akan menjadi perhatian pasar saham maupun obligasi. Inflasi diproyeksi akan turun di tengah peningkatan kasus Covid 19. Selain itu, indeks Manufaktur Indonesia yang tercermin pada Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur pun menjadi perhatian. Apabila indeks PMI turun di luar batas toleransi, Covid-19 berarti telah mulai berdampak terhadap pemulihan ekonomi di Indonesia.

Pergerakan harga obligasi, ungkap dia, juga bakal dipengaruhi atas pelaksanaan lelang SUN oleh pemerintah pekan ini. Meski di tengah volatilitas yang meningkat, lelang obligasi negara pekan ini akan menjadi pilihan menarik bagi pelaku pasar didukung volatilitas rendah dengan kupon menarik.

”Total penawaran diperkirakan akan berkisar Rp 30–40 triliun, lebih dari itu akan menjadi sinyal yang bagus bahwa pelaku pasar dan investor akan menaruh optimismenya terhadap pasar. Obligasi jangka pendek akan menjadi perhatian, karena tentu akan dimanfaatkan pelaku pasar dan investor untuk meredam volatilitas pasar,” ujarnya kepada Investor Daily, Minggu (27/6).

Sementara itu, Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan memprediksi, imbal hasil dari obligasi pemerintah untuk 10 tahun diperkirakan berada dalam rentang 6,55-6,70% dengan potensi naik. ”Kenaikan yield atau penurunan harga obligasi negara banyak disebabkan oleh faktor internal, yaitu perkembangan kasus Covid Tanah Air yang dalam 3 pekan terakhir mengalami kenaikan dan terus menembus level tertingginya,” katanya.

Dari eksternal sentimen ekspektasi penguatan yield US akan ikut mendorong kenaikan yield treasury secara global termasuk Indonesia. ”Yield US 10 tahun kami perkirakan pekan ini akan kembali ke level 1,5%,” sebut Alfred.

Di sisi lain, upaya pemerintah untuk mencari pendanaan untuk pembiayaan negara lewat lelang SUN ternyata masih mendapat respons positif meski kondisi pasar global dan domestik yang masih volatile pasca rilis hasil pertemuan FOMC dua pekan lalu. Di mana, kondisi likuiditas di sektor keuangan pasar domestik yang masih tinggi dengan penawaran mencapai Rp 69,95 triliun, juga mempengaruhi hasil lelang SUN yang mencapai target indikatif. Adapun, minat yang masuk terutama didominasi oleh tenor 5 dan 10 tahun (seri FR0086 dan FR0087) yaitu sebesar 74,5% dari total bids.

Sebelumnya pemerintah menyerap dana sebesar Rp 30 triliun dari lelang tujuh seri SUN di pasar perdana pada Selasa (22/6) dengan penawaran masuk mencapai Rp69,95 triliun. Penetapan permintaan Rp 30 triliun tersebut dilakukan dengan pertimbangan rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2021, imbal hasil SBN yang wajar di pasar sekunder, serta pemenuhan pasokan SUN dari pasar perdana. Dengan lelang rutin tersebut secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari lelang SUN selama Januari-Juni 2021 mencapai Rp 364,24 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN