Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Main hall Bursa Efek Indonesia, di Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Main hall Bursa Efek Indonesia, di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Imbal Hasil US Treasury Stabil, Harga SUN Berpeluang Menguat

Senin, 19 April 2021 | 06:35 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga surat utang negara (SUN) berpotensi menguat seiring penurunan imbal hasil (yield) pada pekan ini. Mulai pulihnya imbal hasil US Treasury dan kemungkinan investor asing masuk ke pasar SUN menjadi faktor yang mendorong hal tersebut.

Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan, yield SUN pekan ini berpotensi menguat ke level 5,65-5,8% untuk tenor 5 tahun. Sementara, untuk tenor 10 tahun akan bergerak ke level 6,45-6,6%. Menurut Nico, investor asing pekan ini masih mencoba untuk masuk. Namun, pemulihan perekonomian di Amerika Serikat membuat investor asing masih mempertimbangkan ke pasar SUN.

"Mereka berpikir apakah lebih baik berinvestasi di US Treasury atau kenaikan pajak oleh Biden membuat mereka memindahkan dana investasinya ke emerging market. Pertimbangan ini masih membutuhkan waktu, apalagi perekonomian di Indonesia masih dalam fase pemulihan tahap awal," jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (18/4).

Namun, menurut Nico, di tahap awal pemulihan inilah pelaku pasar dan investor sebaiknya mulai masuk supaya bisa mendapatkan harga obligasi yang murah, apalagi pasar obligasi masih berpotensi mengalami kenaikan. Akan tetapi, bagi investor yang ingin mendapatkan keuntungan maksimal sebaiknya memanjangkan rentang waktu investasinya.

Dengan melihat hal itu, Nico menyarankan investor untuk berinvestasi pada obligasi jangka pendek. Jenis obligasi ini penting untuk meredam volatilitas pasar yang masih tinggi. Meski demikian, Nico juga tetap mengingatkan investor untuk berinvestasi pada obligasi jangka panjang untuk memaksimalkan keuntungan ketika pasar pulih.

Di lain pihak, Associate Director of Fixed Income PT Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto juga berpendapat harga SUN pekan ini akan menguat. Penguatan ini membawa yield SUN bergerak ke level 6,45-6,55% untuk tenor 10 tahun.

Stabilnya pergerakan imbal hasil US Treasury, menurut Ramdhan, menjadi faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Sementara dari dalam negeri, investor masih memantau efektivitas pelaksanaan Covid-19. "Imbal hasil US Treasury sudah mulai landai, sehingga pasar kita mulai dilirik kembali," terang dia.

Di tengah penguatan itu, Ramdhan menyarankan investor untuk berinvestasi di SUN secara bertahap. Pasalnya, penguatan harga SUN masih akan berlanjut.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN