Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang diambil pada 27 Maret 2020 menunjukkan eksterior gedung Dana Moneter Internasional (IMF), dengan logo IMG, di Washington, DC, Amerika Serikat (AS). ( Foto: OLIVIER DOULIERY / AFP )

Foto yang diambil pada 27 Maret 2020 menunjukkan eksterior gedung Dana Moneter Internasional (IMF), dengan logo IMG, di Washington, DC, Amerika Serikat (AS). ( Foto: OLIVIER DOULIERY / AFP )

FOKUS PASAR:

IMF Proyeksikan Ekonomi Dunia Kontraksi 4,4%

Rabu, 14 Oktober 2020 | 08:57 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi dunia akan mengalami kontraksi sebesar 4,4%. Angka ini merupakan revisi dari bulan Juni yang diperkirakan terkontraksi sebesar 4,9%.

Proyeksi IMF tersebut menjelaskan bahwa social distancing dari wabah virus coroan akan berlanjut hingga 2021 dan tingkat penularan diperkirakan mengalami penurunan di akhir tahun 2022.

“Revisi yang lebih baik tentu memberikan angin positif bagi pelaku pasar dan investor bahwa pemulihan ekonomi lebih baik,” tulis Pilarmas Sekuritas dalam riset harian di Jakarta, Rabu (14/10).

Revisi yang diberikan IMF didasari oleh pertumbuhan Tiongkok yang terlihat lebih baik selama kuartal II-2020 dan adanya beberapa tanda pemulihan yang lebih cepat di kuartal III-2020. Kemudian, IMF juga merevisi pertumbuhan ekonomi dunia di tahun depan dari sebelumnya 5,4% menjadi 5,2%. Perekonomian akan pulih namun tidak merata.

Menurut data IMF, pasar negara berkembang terlihat akan kontraksi sebesar 3,3%. Tahun ini, India berpotensi turun lebih dari 10% dan Amerika terkoreksi 4,3%. Adapun negara yang berpotensi mengalami kontraksi ekonomi sebesar 10% adalah Inggris, Prancis, Itali dan Spanyol.

Indonesia juga diproyeksikan mengalami kontraksi sebesar 1,5% di tahun ini. Namun, di tahun depan perekonomian dalam negeri diperkirakan akan bangkit. IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 mencapai 6,1%.

Di sisi lain, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cukup positif pada awal pekan ini dimana sentimen baik dari dalam negeri maupun luar negeri ikut mendukung kenaikan tersebut. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga pada level 4%.

Pilarmas memandang bahwa kembalian suku bunga di level 4% merupakan keputusan BI untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dan juga stabilitas nilai tukar yang cukup penting perannya dalam menjaga fluktuasi di pasar keuangan.

Kemudian, penguatan IHSG yang terjadi di hari Selasa dipelopori oleh sektor keuangan, dimana aksi korporasi merger bank BUMN syariah meningkatkan ekspektasi pelaku pasar terhadap prospek ekonomi syariah dalam jangka menengah maupun panjang.

“Aksi korporasi tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang dari pemerintah untuk memperkuat institusi perbankan syariah,” ujar Pilarmas Sekuritas.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN