Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Trada Alam Minera Tbk. Foto: Perseroan.

PT Trada Alam Minera Tbk. Foto: Perseroan.

Incar Rp 10 T, Trada Alam Siap Lepas 100 Miliar Saham!

Ghafur Fadillah, Minggu, 7 Juli 2019 | 15:03 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) akan melangsungkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target dana hingga Rp 10 triliun. Perseroan siap melepas 100 miliar saham baru atau setara 201,43% dari modal disetor.

Untuk menarik pembeli, Trada Alam juga akan menerbitkan 14 miliar waran seri III, yang bisa dikonversi menjadi 14 miliar saham baru. Pemegang saham yang tak melaksanakan haknya akan terdilusi hingga 66,83%.

“Dana hasil rights issue akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur pertambangan guna menunjang mobilitas pengangkutan,” kata Direktur Utama Trada Alam Minera Soebianto Hidayat di Jakarta, Jumat (5/7).

Sebelumnya, Trada Alam juga berencana menggalang dana dengan menerbitkan surat utang global sebesar US$ 250 juta. Namun, rencana itu dibatalkan. Perseroan lebih memilih rights issue. “Kalau kami bisa rights issue, ya itu aja, tanpa bunga kan?” tutur dia.

Saat ini, perusahaan yang semula bernama Trada Maritime tersebut tengah bekerjasama dengan PT Alam Tri Abadi, anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Kedua pihak akan mengembangkan logistik dan infrastruktur pertambangan di Kalimantan.

Tahun ini, Trada Alam menargetkan produksi batu bara sebanyak lima juta ton. Batu bara tersebut dikontribusi oleh anak usahanya, PT Gunung Bara Utama (GBU). GBU memproduksi dan menjual batu bara kalori tinggi di atas 5.000 kkal/GAR. Perseroan membidik sejumlah pasar ekspor, seperti Jepang, Vietnam, Thailand, dan Taiwan.

Sementara itu, mengenai rincian belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini, perseroan masih enggan untuk menjelaskannya. Namun, perseroan memastikan butuh dana besar, karena juga berencana membeli kapal baru. “Makanya kami siapkan rights issue hingga Rp 10 triliun,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN