Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera, Robiyanto dalam acara Media Briefing dengan tema

Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera, Robiyanto dalam acara Media Briefing dengan tema "Prospek Kelapa Sawit Indonesia" yang digelar secara online lewat aplikasi zoom, Jumat (8/10/2021).

Incar Rp 1,6 Triliun, Nusantara Sawit Sejahtera: Perkiraan Harga IPO Rp 122 – Rp 150   

Jumat, 8 Oktober 2021 | 10:47 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan perkebunan sawit yang berbasis di Kalimantan Tengah, PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) menjadwalan pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) pada November 2021.

Terkait aksi korporasi tersebut, perusahaan yang berdiri pada tahun 2008 ini menargetkan dapat meraih dana sebesar Rp 1,6 triliun.

Komisaris PT Nusantara Sawit Sejahtera, Robiyanto mengatakan untuk mencapai target perolehan dana tadi, NSS memperkirakan harga penawaran saham berada di angka Rp 122 – Rp 150 per saham dengan jumlah saham yang akan dilepas setara dengan 40% total saham ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

“Namun perkiraan harga ini masih tentative, begitu juga dengan jumlah saham yang akan dilepas tapi kami perkirakan free float-nya sebesar 40%” kata Robiyanto dalam acara Media Briefing dengan tema "Prospek Kelapa Sawit Indonesia" yang digelar secara online lewat aplikasi zoom, Jumat (8/10/2021).

Lebih jauh Robby berharap, nantinya kapitalisasi pasar saham Perseroan mencapai Rp 4,1 triliun.

Adapun dana hasil IPO tersebut dikatakan Robiyanto akan digunakan oleh Perseroan untuk pembangunan pabrik CPO dan pengembangan usaha terkait. “Ekspansi ini kami harap membuat perusahaan mampu memberikan manfaat bagi pemegang saham dan para stakeholder yang ada,” urai Robiyanto.

Selain itu keputusan IPO dilakukan didasarkan karena momentum kondisi pasar yang baik serta harga jual CPO yang sedang meningkat. "Jadi IPO kami lakukan karena didasarkan atas kondisi internal terkait kebutuhan dana untuk ekspansi maupun kondisi eskternal dimana kondisi pasar sedang bagus," tandasnya.

Saat ini NSS memiliki 5 lokasi perkebunan sawit di Kalimantan Tengah dengan luas lahan inti 26.597 hektare dan lahan plasma seluas 760 ha. Kapasitas pabrik kelapa sawit tercatat 60 ton per jam dengan produksi TBS pertahun sebesar 18 ton per ha sementara produksi CPO sebanyak 94.116 ton per tahun. Adapun posisi laba bersih ditargetkan mencapai Rp 217 miliar di tahun ini.

Robiyanto mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah target di tahun 2027 diantaranya memiliki lahan plasma seluas 10.000 ha, lalu penambahan PKS dan produksi tahunan naik diatas 23 ton/ha dengan produksi CPO sebanyak 224.000 ton. “Pada tahun 2027 kami menargetkan dapat membukukan laba bersih Rp 937 miliar,” ujarnya.

Untuk memuluskan rencana IPO, Perseroan telah menunjuk 3 penjamin emisi yang terdiri dari PT Mirae Aset Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas dan PT Samuel Sekuritas Indonesia.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN