Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Indeks Akhir Tahun akan Capai 3.830-3.850

Jumat, 30 Desember 2011 | 10:48 WIB
Antara

JAKARTA- Pengamat pasar David Nathanael memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan mencapai kisaran antara 3.830 - 3.850 poin, karena 'fund Manager' masih melakukan aksi 'window dressing' (mempercantik harga saham).

"Kami optimis indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dapat mencapai kisaran tersebut, apabila Fund Manager masih melakukan pembelian saham untuk mendorong harga sahamnya menguat," katanya di Jakarta, Jumat (30/12) .

David Nathanael yang juga analis PT First Asia Pasifik mengatakan, aksi window dressing oleh Fund Manager memang mendorong harga saham naik, namun volume transaksi saham di BEI relatif masih kecil.

Hal ini disebabkan sebagian besar para pelaku sudah meninggalkan pasar, mereka menyambut liburan panjang akhir tahun ini, katanya.

Upaya Fund Manager itu, Menurut dia, agar laporan keuangan pada penutupan buku akhir tahun ini dapat lebih baik dari sebelumnya.

Harga sahamnya memang bergerak naik karena ada aksi beli, namun pembelian itu hanya dilakukan oleh Fund Manager dan sebagian kecil pelaku pasar, sedangkan sebagian besar pelaku telah meninggalkan pasar, ucapnya.

David menambahkan, aktivitas pasar sudah lesu sehingga volume transaksi relatif kecil hanya mencapai 640 juta saham dengan nilai Rp430 miliar, jauh dibanding biasanya yang rata-rata mencapai Rp3,6 triliun hingga Rp4 triliun.

"Kami optimis harga saham-saham itu akan kembali menguat, meski pelaku pasar di pasar saham makin berkurang," ucapnya.

Indeks BEI, lanjut dia, saat ini naik tipis 0,23 persen atau delapan poin lebih menjadi 3.817, namun peluang untuk mencapai angka masih cukup besar.

"Kami optimis indeks akan dapat mencapai kisaran 3.830 hingga 3.850 poin, karena aksi window dressing pada penutupan pasar akan masih terjadi," ucapnya.

Selain itu, pelaku asing, menurut dia masih melakukan pembelian saham sebesar Rp60 miliar namun diimbangi oleh aksi lepas sebesar Rp50 miliar.

Pelaku asing pada Kamis (29/12) sempat melakukan pembelian saham sebesar Rp280 miliar yang mendorong indeks menguat menembus level 3.800 poin.

Jadi apa yang diperkirakan bahwa indeks bisa mencapai level 3.800 poin pada akhir tahun ini sudah terjadi bahkan melebihi, kata David Nathanaell.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN