Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Indeks Kamis Siang Turun 2,59%

Kamis, 10 November 2011 | 12:31 WIB
Antara

JAKARTA- Indeks Harga Saham Gabungan, Kamis siang (10/11) turun tajam, karena pelaku melepas sahamnya khawatir dengan krisis utang Italia yang pengaruhnya makin besar.

Indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) merosot 2,59% atau 99,632 poin menjadi 3.757,811 dan indeks LQ-45 berkurang 20,261 poin menjadi 669,025.

Analis PT Millenium Danatama Securities, Ahmad Riyadi di Jakarta, Kamis mengatakan, pasar saham Indonesia merosot mengikuti bursa regional yang melemah akibat menurunnya indeks Dow Jones dan Australia masing-masing tiga persen.

Kondisi ini memicu pelaku pasar khususnya asing melepas saham terutama saham industri perbankan, setelah hari sebelumnya menguat, ucap Ahmad Riyadi.

Ahmad Riyadi mengatakan, krisis utang di Italia dampaknya lebih besar ketimbang Yunani bahkan dikhawatirkan akan berlanjut pada hari berikut.

"Kami memperkirakan pengaruh negatif pasar Eropa akan berlanjut yang mendorong indeks BEI makin terpuruk, " ucapnya.

Menurut dia, isu negatif dari Eropa diperkirakan mulai reda, setelah Perdana Menteri Yunani George Papandroeu mengundurkan diri dan negaranya siap menerima dana talangan dari Uni Eropa.

Namun krisis Eropa itu yang makin merembet ke negara lain seperti Italia mengakibatkan isu negatif Eropa makin kuat, ucap Ahmad Riyadi.

Saham Astra turun Rp2.300 menjadi Rp68.450, saham Indo Tambang Mega melemah Rp1.600 menjadi Rp42.950, saham Gudang Garamg turun Rp700 menjadi Rp61.750, dan saham Astra Agro Lestari melemah Rp21.250.

Kemudian saham Bank Mandiri turun Rp350 menjadi Rp7.100 dan saham Bank BCA melemah rp300 menjadi Rp8.950.

Indeks diperkirakan akan kembali melemah mendekati angka 3.700 poin, kata Ahmad Riyadi.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN