Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indo Tambangraya. Foto ilustrasi: Defrizal

Indo Tambangraya. Foto ilustrasi: Defrizal

Indo Tambang Jajaki Tambang Metal

Senin, 2 Agustus 2021 | 05:26 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih fokus mengembangkan batu bara sebagai bisnis utama. Namun, perseroan tetap menjajaki tambang lain dan menggarap proyek energi terbarukan.

Direktur Investor Relations and Communications Indo Tambangraya Megah Yulius Gozali menjelaskan, batu bara masih menjadi bisnis utama perseroan. Meski demikian, perseroan tengah menjajaki bisnis pertambangan lain. "Bisnis tambang lain yang kami jajaki adalah metal atau mineral lainnya," kata dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Yulius mengungkapkan, perseroan tidak hanya mengembangkan sisi hulu dari sisi bisnis batu bara, tapi juga berpartisipasi dalam proyek gasifikasi batu bara. Selain pengembangan sisi hilir tersebut, Indo Tambang juga tengah mengembangkan proyek energi terbarukan. “Energi terbarukan akan membantu Indo Tambang untuk bergerak lebih dekat dalam mengelola emisi, sekaligus meningkatkan manajemen energi dan biaya," jelas dia.

Salah satu proyek energi terbarukan yang tengah digarap Indo Tambang adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bontang. PLTS ini memiliki daya 3 megawatt (mw) dengan 2 MW energi penyimpanan yang bisa menghasilkan listrik sekitar 4.050 mwh per tahun dan mengurangi 3.069,84 ton gas karbondioksida per tahun atau setara 167.751 pohon. PLTS ini menjamin pasokan energi yang andal bagi Pelabuhan Bontang, yang dapat menghemat bahan bakar dan biaya perawatan.

Lebih lanjut, Indo Tambang juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan aksi anorganik untuk mempertahankan cadangan batu bara. “Kami selalu mengevaluasi peluang akuisisi tambang baru di masa depan," kata Yulius. Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal sebesar US$ 40,5 juta.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN