Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indo Tambangraya. Foto ilustrasi: Defrizal

Indo Tambangraya. Foto ilustrasi: Defrizal

Indo Tambangraya Megah Anggarkan Capex US$ 40,5 Juta

Rabu, 5 Mei 2021 | 11:54 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  — PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 40,5 juta pada tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung rencana bisnis perseroan.

Direktur Komunikasi Korporat dan Hubungan Investor, Yulius Gozali mengatakan, anggaran belanja modal tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur di seluruh tambang.

“Sumber capex tersebut sepenuhnya berasal dari kas internal,” ujar dia kepada Investor Daily baru-baru ini.

Anggaran belanja modal tersebut lebih rendah dibandingkan dengan target sebelumnya yang mecapai US$ 49 juta. Menurut Yulius, angka yang lebih rendah ini berasal dari prospek permintaan energi yang masih tidak menentu pada tahun 2021.

“Kami memilih untuk tetap berhati-hati dan fokus pada hal-hal yang esensial,” ujar dia.

Di sisi lain, perseroan akan memperluas bisnisnya ke negara-negara berkembang khususnys di ASEAN dan Asia-Pasifik yang diyakini menjadi mesin pertumbuhan permintaan batu bara. Sejalan dengan aksi ini, perseroan juga menjaga pasarnya yang sudah mapan seperti Tiongkok, Jepang dan India.

Yulius menyampaikan, bahwa rencana bisnis perseroan tersebut akan memberikana dampak terhadap volume penjualan, dimana tidak bergantung pada satu atau dua negara utama, sehingga kinerja perseroan diharapkan menjadi semakin stabil.

Untuk diketahui, dalam tahun fiskal 2020, negara dengan permintaan batu bara yang tumbuh seperti Bangladesh dan Vietnam menyumbang 7% volume penjualan dan diharapkan semakin meningkat pada tahun ini.

Lebih lanjut, Indo Tambangraya Megah membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada akhir tahun lalu sebesar US$ 39,46 juta atau setara Rp 555,98 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi Indo Tambangraya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/2), laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan anjlok 69,51% dibanding periode 31 Desember 2019 yang tercatat US$ 129,42 juta. Pendapatan perseroan juga turun 30,99% menjadi US$ 1,18 miliar dari periode sebelumnya US$ 1,71 miliar.

Penurunan pendapatan tersebut diperoleh dari segmen usaha batu bara untuk pihak ketiga yang memperoleh US$ 1,07 miliar dan pihak berelasi US$ 54,82 juta.

"Kemudian segmen bahan bakar untuk pihak ketiga sebesar US$ 49,14 juta dan segmen jasa untuk pihak ketiga sejumlah US$ 2,71 juta," jelas manajemen Indo Tambangraya.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, beban pokok pendapatan mencapai US$ 986,18 juta, turun 0,28% dari periode 31 Desember 2019 sejumlah US$ 1,38 miliar. Laba kotor Indo Tambangraya juga menyusut 39,03% menjadi US$ 199,15 juta dari sebelumnya US$ 326,68 juta.

Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan (PPh) hingga akhir 2020 tercatat US$ 72,55 juta, menurun 60,97% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 185,90 juta. Total aset perseroan per 31 Desember 2020 mencapai US$ 1,15 miliar, turun 4,16% dari 31 Desember 2019 sebesar US$ 1,20 miliar. Sedangkan total liabilitas US$ 312,33 juta, turun 3,77% dari semula US$ 324,57 juta dan total ekuitas turun 4,31% menjadi US$ 846,29 juta dari sebelumnya US$ 884,46 juta.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN