Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik semen Indocement. Foto: Defrizal.

Pabrik semen Indocement. Foto: Defrizal.

Indocement Siapkan 'Capex' Rp 1,4 Triliun

Ghafur Fadillah, Selasa, 21 Januari 2020 | 21:29 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,4 triliun tahun ini. Dana capex akan digunakan salah satunya untuk menyelesaikan proyek Refuse Derived Fuel (RDF) atau fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar pengganti batubara yang berlokasi di Citeureup, Bogor.

Sekretaris Perusahaan Indocement Antonius Marcos menjelaskan, selain untuk penyelesaian proyek yang perseroan miliki, anggaran tersebut juga digunakan untuk dana kerja operasional seperti pemasangan bag filter di salah satu pabrik milik perseroan.

"Saat ini, kami belum berencana untuk melakukan ekspansi pabrik baru, mengingat pasar semen masih oversupply. Belanja modal bersumber dari kas internal perusahaan," kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (21/1).

Antonius menambahkan, pada tahun 2020, perseroan mengincar pertumbuhan volume penjualan semen sebesar 3-4% dibandingkan 2019 yang sebanyak 18,72 juta ton. Demi mencapai target tersebut, perseroan berencana merambah pasar baru ke negara-negara yang dinilai memiliki potensi penjualan yang tinggi.

"Kami juga akan melakukan program-program marketing  yang menarik untuk dapat meningkatkan penjualan kami, fokus kerja kami tahun ini adalah mempertahankan pangsa pasar kami di home market kami," paparnya.

Antonius pun mengungkapkan bahwa 2020 akan menjadi tahun yang berat bagi perseroan, hal tersebut disebabkan diyakini karena bisnis properti yang mengalami kelesuan dan juga kondisi oversupply semen yang masih cukup tinggi.

Lebih lanjut kebijakan pemerintah terkait peraturan Over Dimension and Over Loading (ODOL) yang akan segera diterapkan pemerintah dapat memperberat pertumbuhan industri semen.

"Melalui Forum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) para pengusaha semen sudah menyampaikan concern tersebut kepada pemerintah agar pemerintah dapat bijak dalam hal ini dengan menunda pelaksanaan peraturan ODOL tersebut," kata dia.

Selama Januari-Oktober 2019, emiten yang bergerak di bidang industri semen ini membukukan volume penjualan sebanyak 14,6 juta ton. Untuk menyamai penjualan tahun lalu, perseroan harus mencapai total penjualan 19,1 juta ton. Perseroan sebelumnya menargetkan target penjualan pada 2019 sekitar 18,1 juta ton.

Dari sisi kinerja, laba bersih Indocement melesat 90,35% menjadi Rp 1,17 triliun pada kuartal III-2019 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 617,7 miliar. Laba per saham perseroan naik menjadi Rp 319 dari sebelumnya Rp 167,79.

Kendati demikian, pendapatan Indocement hanya naik tipis 5,33% menjadi Rp 11,34 triliun per September 2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 10,77 triliun. Penjualan semen tetap menjadi kontributor utama Indocement, senilai Rp 10,53 triliun, disusul penjualan beton siap pakai Rp 1,2 triliun, dan pendapatan dari tambang agregat sebesar Rp 64,63 miliar. 

Perseroan mampu menekan beban pokok pendapatan sebesar 2,8% menjadi Rp 7,6 triliun hingga kuartal III-2019. Namun, pos beban yang lain mengalami kenaikan, seperti beban penjualan yang tercatat naik 5,3% menjadi Rp 1,96 triliun. Beban umum dan administrasi juga naik 2% menjadi Rp 523,68 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN