Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik Indofood. Foto: dok.

Kegiatan di pabrik Indofood. Foto: dok.

Indofood CBP Makin Ekspansif di Luar Negeri

Kamis, 24 September 2020 | 11:17 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melalui anak usaha yang baru diakuisisi, Pinehill Company Ltd, menyiapkan rencana ekspansi pabrik dan pasar ekspor baru di luar negeri. Sementara itu, induk usaha perseroan, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), melanjutkan ekspansinya dengan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 8 triliun tahun ini.

Direktur Indofood CBP Thomas Tjhie mengatakan, ke depan, pengembangan pasar luar negeri akan dilakukan oleh Pinehill Company. Kontribusi pendapatan Pinehill terhadap pendapatan konsolidasi bakal dihitung mulai September-Desember 2020.

“Setelah akuisisi Pinehill, perusahaan belum ada rencana akuisisi produsen mi lain di luar negeri. Jadi, nanti Pinehill yang akan ekspansi pabrik dan pasar baru. Lokasi negara nanti akan diberitahukan lebih lanjut,” jelas dia saat paparan publik virtual, Rabu (23/9).

Saat ini, Pinehill memiliki kegiatan usaha produksi dan distribusi mi instan di 8 negara kawasan Afrika, Timur Tengah dan Eropa Tenggara. Negara-negara tersebut termasuk Turki, Kenya, Maroko, dan Serbia.

Pada 27 Agustus lalu, Indofood CBP menyelesaikan proses akuisisi 100% saham Pinehill senilai US$ 2,99 miliar atau setara Rp 43,45 triliun. Sebagian biaya akuisisi yang sebanyak US$ 2,05 miliar berasal dari fasilitas sindikasi perbankan.

Tahun ini, Indofood CBP mengalokasikan capex Rp 4,7 triliun, yang hingga Juni 2020 telah terserap sebanyak 16%. Ketika pandemi, perseroan mengalami kenaikan penjualan ekspor mi instan sebesar 20% hingga Juni 2020. Kontribusi penjualan ekspor terhadap total penjualan mi instan turut meningkat menjadi 12% dibanding periode sama tahun lalu sebesar 10%.

Direktur Indofood CBP Axton Salim menambahkan, pandemi diperkirakan tidak berpengaruh signifikan terhadap penjualan perseroan. Pihaknya cenderung fokus menjaga kualitas produk dengan baik, dan meluncurkan produk baru, serta menerapkan protokol kesehatan bagi karyawan.

Perseroan turut mengandalkan saluran penjualan lewat e-commerce, walaupun kontribusinya e-commerce saat ini masih kecil. Strategi Indofood CBP menjaring minat konsumen adalah meluncurkan berbagai varian produk baru, termasuk yang diproduksi secara terbatas seperti Indomie Bhinneka dan kemasan baru Indomilk Tobot. “Produk baru ada 8, mulai dari Chiki hingga Indomie. Lalu, Indomilk punya aplikasi game. Ada kerja sama konten digital juga,” tutur dia.

Jaga Kinerja

Lebih lanjut Indofood Sukses Makmur secara konsolidasi memiliki anggaran capex 2020 sebanyak Rp 8 triliun, yang selama semester I-2020 telah terserap 24%. Salah satu strategi menjaga rasio-rasio keuangan, kata Thomas Tjhie, adalah melakukan pembaharuan (roll-over) pada utang jangka pendek.

Per Juni 2020, total utang jangka pendek perseroan mencapai Rp 16,4 triliun, yang merupakan kombinasi pinjaman rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS). Periode jatuh tempo utang tersebut antara tahun ini dan tahun depan.

Sementara itu, Trimegah Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan Indofood Sukses Makmur tahun 2020 dan 2021. Target pendapatan tahun ini dinaikkan menjadi Rp 81,94 triliun dari Rp 80,18 triliun. Proyeksi laba bersih dinaikkan menjadi Rp 5,95 triliun dari Rp 5,41 triliun.

Tak hanya itu, target laba bersih anak usahanya, Indofood CBP, juga direvisi naik menjadi Rp 6,97 triliun pada 2021 dibandingkan perkiraan semula Rp 5,76 triliun. Estimasi pendapatan pun direvisi naik menjadi Rp 93,75 triliun dari Rp 84,25 triliun. Margin keuntungan bersih perseroan diperkirakan naik menjadi 7,4% pada 2021 dibandingkan perkiraan tahun ini sebesar 7,3%.

Analis Trimegah Sekuritas Darien Sanusi dan Heribertus Ariando mengungkapkan, penurunan pasokan minyak nabati dunia di tengah kondisi cuaca yang kurang menguntungkanberpotensi mendongkrak harga jual CPO ke depan. Indofood Sukses Makmur juga bakal diuntungkan oleh penurunan pungutan ekspor sawit.

“Kami mempertahankan target harga saham INDF sebesar Rp 8.200 dengan rekomendasi diturunkan menjadi netral. Target harga tersebut telah mempertimbangkan perkiraan membaiknya harga jual CPO dan tetap kuatnya penjualan produk bermerek perseroan,” tulis Darien dan Heribertus dalam riset terbaru.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN