Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Indofood CBP Tangguh Hadapi Kenaikan Harga Bahan Baku

Kamis, 13 Januari 2022 | 22:52 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Kinerja PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dinilai cukup tangguh pada tahun ini, meskipun naiknya bahan baku mentah (raw material) menjadi isu penting di industri konsumsi. Perseroan diperkirakan masih dapat mempertahankan profitabilitas ditopang merek yang mendunia.

Equity Analyst Sinarmas Sekuritas Elvira Natalia mengatakan, bisnis yang tangguh di tengah pandemi Covid-19 membuat marjin laba kotor (gross profit margin/GPM) perseroan pun meningkat sebesar 60 bps pada kuartal III-2021, dibanding kuartal sebelumnya.

Meskipun demikian, harga bahan baku yang tetap tinggi membuat GPM tahunan stabil di 36,4% dibandingkan tahun lalu.

“Di tingkat operasional, perseroan menghabiskan biaya iklan dan promosi (advertising and promotion/A&P) yang lebih tinggi pada kuartal III-2021, tumbuh 38,4% per kuartal atau naik 12,8% secara tahunan. Kenaikan ini seiring dengan kegiatan perseroan untuk mempromosikan hal baru di semua kategori dan mempertahankan brand awareness,” jelas Elvira.

Selanjutnya, Covid-19 yang tak terduga dan berkepanjangan telah mengganggu rantai pasokan di seluruh benua, mendorong lonjakan harga komoditas. Sepanjang tahun, Sinarmas Sekuritas telah melihat tren naik pada harga gandum global (+27% yoy), CPO (+54% yoy), dan gula (+30% yoy).

Meskipun biaya bahan baku lebih tinggi, perseroan mampu mempertahankan marjin laba kotor melalui penyesuaian harga, pertumbuhan volume, dan efisiensi yang berarti. Pada kuartal terakhir tahun 2021, perseroan kembali menaikkan harga mie Rp 100 per bungkus, menyusul kenaikan Rp 100 per bungkus awal tahun ini.

“Perseroan juga menaikkan harga produk susu tertentu rata-rata 3-4%. Oleh karena itu, kami mengharapkan efek yang lebih ringan dari kenaikan harga komoditas pada margin Indofood CBP,” jelas dia.

Prospek ICBP
Prospek ICBP

Elvira menambahkan, dengan berakhirnya 2021, Sinarmas Sekuritas memperkirakan pertumbuhan di masa depan kemungkinan akan stabil seiring dengan kinerja anak usaha, yakni Pinehill Company yang sepenuhnya telah dikonsolidasikan. Meskipun hasil rinci Pinehill tidak diungkapkan, Sinarmas yakin kinerjanya kemungkinan akan memenuhi pedoman rata-rata dua tahun, di mana laba US$ 128,5 juta ( sekitar Rp 1,8 triliun dengan asumsi Rp 14,500 per dolar AS).

Seperti diketahui, Indofod CBP mengakuisisi Pinehill Company Limited pada 27 Agustus 2020 dengan nilai transaksi US$ 2,99 miliar atau setara Rp 41,56 triliun, asumsi kurs saat itu Rp 13.901 per dolar AS. Pendanaan akuisisi tersebut sebagian besar diperoleh dari fasilitas pinjaman sindikasi senilai US$ 2,05 miliar.

Kegiatan usaha utama Grup Pinehill adalah bergerak di bidang industri pembuatan mi instan di Arab Saudi, Nigeria, Turki, Mesir, Kenya, Maroko, dan Serbia, dengan menggunakan merak “Indomie” berdasarkan perjanjian lisensi dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), induk usaha ICBP.

Tahun ini, perseroan harus membayar seluruh jumlah utang retensi pada 22 April, yaitu US$ 650 juta ( sekitar Rp 9 triliun). Pendanaan akan berasal dari tambahan obligasi global yang telah diterbitkan pada 21 Oktober 2021, sebesar US$ 1 triliun dengan tingkat bunga campuran 4,05%.

Analis menerapkan tingkat bunga campuran yang lebih tinggi sebesar 3,8% di 2022 dibanding 3,5% pada 2021, menghasilkan beban keuangan yang lebih tinggi sebesar 6% secara tahunan.

Sinarmas Sekuritas merekomendasikan untuk membeli saham ICBP dengan target harga Rp 10.800 untuk jangka 52 minggu. Rekomendasi ini berdasarkan dari 17,6 kali price earning/PE untuk 2022, di mana saham ICBP sekarang diperdagangkan pada 14,3 kali PE (-2SD dari rata-rata 5 tahun).

“Karena itu, kami terus mendukung ICBP karena valuasinya yang menarik dan prospek positifnya ke depan. Adapun untuk risiko yang perlu diperhatikan adalah daya beli yang lebih lemah dari perkiraan, dan harga bahan baku yang lebih tinggi dari perkiraan,” tegas dia.

Harga Naik

Harga saham ICBP dalam satu dekade terakhir
Harga saham ICBP dalam satu dekade terakhir

Di sisi lain, analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Patricia Gabriela & Marcella Regina menyampaikan, kinerja Indofood CBP Sukses Makmur cukup tangguh seiring dengan perolehan laba bersih pada kuartal III-2021 tumbuh 3 kali lipat menjadi Rp 1,7 triliun. Sehingga, laba bersih hingga September 2021 diperoleh Rp 5 triliun (+25% yoy), melampaui full-year forecast dari CGS-CIMB (79%), in-line dari konsensus Bloomberg (77%).

Adapun penjulan pada kuartal III-2021 tumbuh 33% yoy, di atas proyeksi CGS-CIMB dan in-line dengan konsensus. Penjualan lokal pada kuartal III-2021 tumbuh 17% yoy dan penjualan ekspor ekspor naik dua kali lipat dengan masuknya Pinehill.

“Walaupun ada tekanan biaya bahan baku, GPM kuartal III-2021 perseroan meningkat 0,6% pt qoq ke 35,4%, walaupun -1,5% pts yoy karena opex yang lebih tinggi. Kemudian, EBIT margin kuartal III-2021 sebesar 17,8% dibandingkan kuartal II- 2021 19,7% dan kuartal III-2020 17.6%,” ujar dia.

Sebagai informasi, perseroan telah melakukan penyesuaian harga lagi di kuartal IV-2021 untuk menjaga marginnya (pada November 2021 produk mie naik 3%-4% sebesar Rp100 per bungkus).

“Secara historikal, perseroan menaikkan harga Rp100 per bungkus setiap awal tahun. Oleh karena itu, kami menaikkan prediksi periode 2021-2023 EPS sebesar 4-6%,” ujar dia.

Patricia & Marcella menambahkan, pada 2021 GPM diproyeksi menjadi 36,4% dibandingkan asumsi sebelumnya 35,4%. Dengan asumsi harga komoditas masih tetap tinggi hingga semester I-2022, sebelum normal pada semester II-20222, diproyeksikan marjin laba kotor ICBP sepanjang 2022 naik jadi 37%.

“Kami pertahankan rating ADD dan target harga di Rp11,000, berdasarkan 18 kali P/E untuk 2022 dari rata-rata selama 3 tahun. ICBP adalah top pick untuk consumer staples karena profitabilitasnya yang tetap terjaga di tengah kenaikan harga raw material,” ujar dia.

Sebelumnya, Indofood CBP Sukses Makmur menerbitkan surat utang berdenominasi dolar AS (global bond) sebesar US$ 1 miliar. Surat utang ini akan digunakan untuk membayar nilai retensi yang terutang dalam transaksi akuisisi saham Pinehill Company Limited.

Produk Indofood di pasaran.
Produk Indofood di pasaran.

Berdasarkan data BondEValue, Indofood CBP menerbitkan global bond sebesar US$ 1 miliar dalam dua tranche. Tranche pertama dengan nominal US$ 600 juta yang memiliki tenor 3,54% dan tenor 10,5 tahun.

Sementara tranche kedua dengan nominal US$ 400 juta, tenor 30,5 tahun dan tingkat bunga 4,8%.

“Obligasi dengan tenor 10,5 tahun memiliki tingkat bunga lebih tinggi 21,1 basis poin dari obligasi sebelumnya. Sedangkan obligasi dengan tenor 30,5 tahun memiliki tingkat bunga 17,5 basis poin lebih tinggi dari obligasi sebelumnya,” tulis BondEValue.

Adapun Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur Gideon A Putro sebelumnya menjelaskan, perseroan telah menunjuk sembilan joint bookrunners terkait penerbitan global bond ini.

Adapun sembilan joint bookrunners tersebut adalah Deutsche Bank AG, Singapore Branch, UBS AG Singapore Branch, BNI Securities Pte Ltd, DBS Bank Ltd, Mandiri Securities Pte Ltd, Mizuho Securities (Singapore) Pte Ltd, Natixis Singapore Branch, Oversea-Chinese Banking Corporation Limited dan SMBC Nikko Capital Markets Limited.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN